Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Sorot Keberadaan TKA, Tito Minta PT.BAI Berdayakan Juga Pekerja Lokal

Menteri dalam negeri Tito Karnavian bersama Gubernur keopri Ansar Ahmad dan Direktur PT.BAI Galang batang Santoni (Foto:Istimewa)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta jajaran manajemen PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Bintan, Kepri dapat memberdayakan pekerja lokal dan bukan hanya pekerja WNA China saja yang bekerja di kawasan KEK Galang Batang Bintan itu.

Mendagri menyebut di beberapa daerah seperti Kabupaten Morowali di Sulawesi Tengah. Pekerja lokal di sana sangat diprioritaskan bekerja di perusahaan-perusahaan besar hingga masyarakat setempat tidak hanya cuma jadi penonton.

Hal serupa, kata Tito, harus diadopsi oleh PT BAI, perusahaan investasi asal China itu. Dengan mempekerjakan pekerja lokal, maka masyarakat akan merasa lebih memiliki dan melindungi perusahaan tersebut.

“Persiapkan tempat pelatihan untuk pekerja tempatan. Latih mereka sampai bisa, setelah itu baru bekerja di perusahaan ini,” ujar Mendagri Tito didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat mengunjungi PT BAI, Ahad (9/5/2021).

Selain itu, Mendagri uga mengimbau PT BAI dalam proses produksinya harus menerapkan green industry atau industri hijau.

Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan aluminium dan smelter itu diminta jangan sampai memberikan dampak polusi bagi lingkungan, apalagi dalan pengoperasiannya menggunakan sumber daya alam batubara.

“Tapi saya apresiasi, sudah ada zero polusi dan zero transmisi di PT BAI. Sudah bagus, pertahankan itu,” ujar dia.

Mantan Kapolri itu, juga turut meminta pihak perusahaan memperhatikan pengelolaan sampah supaya tidak mencemari lingkungan.

Perusahaan sebesar ini jangan sampai pengelolaan sampahnya tidak teratur, apalagi sampah plastik dan sejenisnya yang sulit terurai.

“Di area PT BAI juga ada perbukitan, jangan sampai diubah jadi pemukiman, biarkan tetap hijau. Jadi, ada industri di tengah hutan,” tukas Mendagri.

Lebih lanjut, Mendagri berharap keberadaan PT BAI dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah maupun nasional di tengah pandemi COVID-19.

Di Indonesia, imbuh Mendagri, sampai saat ini hanya ada tiga daerah yang ekonominya survive, karena ada model investasi seperti PT BAI di Bintan, yakni Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua.

“PT BAI ini sangat bagus, asal Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, dan masyarakat diuntungkan. Kami akan terus mendukung perusahaan ini,” demikian Mendagri Tito.

Ungkapan senada disampaikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Gubernur mendukung masyarakat lokal diutamakan bekerja di PT BAI.

Menurutnya, pekerja lokal juga berkompeten bekerja di perusahaan itu, apalagi kalau mereka dilatih secara berkesinambungan.

Ansar memastikan dalam waktu dekat akan melakukan penandatanganan MoU dengan PT BAI, salah satunya menyangkut pemberdayaan produk petani lokal.

“Kita ingin hasil petani lokal dibeli PT BAI guna mendukung kebutuhan konsumsi perusahaan itu,” ujar Ansar singkat.

Penulis:Redaksi
Editor  :Ogawa

Comments
Loading...