Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

BPOM Temukan Permen Malaysia Tanpa Izin Edar di Tanjungpinang

Kepala Kantor Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Tanjungpinang, Rai Gunawan.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Tanjungpinang menemukan Permen asal Malaysia tanpa izin edar diperjual belikan di Tanjungpinang.

Temuan itu dilakukan BPOM dalam pelaksanaan Intensifikasi Pengawasan Pangan Selama Ramadhan dan Menjelang Idul Fitri 1442 H tahun 2021 di Tanjungpinang.

Kepala BPOM Tanjungpinang Rai Gunawan mengatakan, Intensifikasi pengawasan pangan itu dilaksanakan serentak oleh BPOM di seluruh Indonesia yang dimulai dari tanggal 5 April sampai 21 Mei 2021

“Pengawasan ini untuk melindungi kesehatan masyarakat dari peredaran produk pangan olahan yang Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK), khususnya selama Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Rai, Senin(10/5/2021).

Baca Juga

Ia menyampaikan BPOM Tanjungpinang melakukan intensifikasi pengawasan di Kota Tanjungpinang dengan target utama pangan olahan Tanpa Izin Edar (TIE), kadaluarsa dan rusak (kemasan penyok, bocor, kaleng berkarat, dan lain-lain).

Rai menegaskan pengawasan dilakukan pada sarana distribusi pangan (importir/distributor, toko, supermarket, hypermarket, pasar tradisional, para pembuat atau penjual parsel) serta pangan berbuka puasa (takjil ramadhan).

Hasil pengawasan sampai dengan Tahap III 5 April sampai 23 April 2021, dari 6 sarana distribusi pangan yang diperiksa, terdapat 5 sarana Memenuhi
Ketentuan sebesar 83,33% dan 1 sarana tidak memenuhi Ketentuan sebesar 16,67%.

Sementara ditemukan 1 item produk pangan olahan Tanpa Izin Edar (TIE). Tindak lanjut terhadap pangan olahan yang ditemukan Tanpa Izin Edar adalah diturunkan dari display dan dimusnahkan, serta dilakukan pembinaan ke penjual agar tidak menerima atau menjual produk yang TMK (produk tanpa izin edar, kadaluarsa, dan rusak).

“Produknya berupa permen tanpa izin edar dari Malaysia, di salah satu swalayan. Sebanyak 1 bungkus, sudah dimusnahkan dan pemilik diberikan pembinaan dan teguran,” jelas Rai.

Selain itu, Rai memaparkan dari hasil pengawasan pangan berbuka puasa berupa takjil menunjukkan bahwa dari 89 pangan berbuka puasa (takjil ramadhan) yang dilakukan sampling dan pengujian dengan Rapid Test Kit, diketahui bahwa 89 sampel 100 persen Memenuhi Syarat (MS).

“Artinya tidak ditemukan sampel takjil ramadhan yang mengandung bahan berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan methanyl yellow,” paparnya.

BPOM di Kota Tanjungpinang melakukan upaya pendampingan kepada UMKM/ pelaku usaha agar pelaku usaha menghasilkan produk obat dan makanan yang aman, berkhasiat bermanfaat, dilakukan agar pengelola atau pelaku usaha mengetahui dan menerapkan Cara Ritel Pangan yang bermutu dan berdaya saing.

“Sosialisasi kepada pelaku usaha termasuk sarana ritel juga baik sehingga dapat memastikan bahwa produk yang dijual memenuhi persyaratan keamanan
dan mutu sebelum dikonsumsi oleh konsumen,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rai menjelaskan pemberian edukasi melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat juga terus dilakukan agar masyarakat menjadi konsumen cerdas dalam memilih produk pangan olahan yang aman.BPOM tak henti meminta pelaku usaha pangan untuk patuh terhadap peraturan perundang-undangan.

“Masyarakat sebagai konsumen juga harus memiliki kesadaran untuk memilih produk pangan yang aman, ingat selalu Cek KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kadaluarsa ketika akan membeli atau mengkonsumsi produk pangan olahan dalam kemasan,” himbaunya.

Pelaksanaan intensifikasi pengawasan dilaksanakan bersama lintas sektor terkait seperti Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang.

Penulis : Roland
Editor. : Redaksi

Comments
Loading...