Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Hakim PN Tolak Praperadilan Nguan Seng Atas Polres Tanjungpinang

Sidang Praperadilan Nguanseng di PN Tanjungpinang

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang menolak permohonan praperadilan Nguan Seng alias Henky terhadap Polres Tanjungpinang atas tidak sahnya penetapan tersangka atas nama Nguan Seng Alias Henky.

Hakim tunggal praperadilan PN Sacral Ritonga dalam putusannya mengatakan, Menolak permohonan praperadilan pemohon untuk seluruhnya, yang dibacakan di PN Tanjungpinang, Selasa (10/5/2021).

Hakim menyatakan, alasan pemohon, bukti surat dan keterangan saksi serta jawaban termohon, yang pada pokoknya menyatakan, penetapan Nguan Seng sebagai tersangka dugaan penipuan dan penggelapan telah memenuhi unsur, berdasarkan minimal dua alat bukti yang sah sebagai mana yang diisyaratakan KUHAP dan aturan lainya.

“Permohonan pemohon tidak dapat diterima, dan menolak permohonan praperadilan pemohon untuk seluruhnya,”kata Sacral.

Atas putsuan itu, Kuasa Hukum Nguan Seng, Herdika Sukma Negara menyatakan, menerima putusan tersebut. Begitu juga termohon (Polres Tanjungpinang), yang saat iu dihadiri Penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang Arlinton.

Tepisah, Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra mengatakan dengan ditolaknya permohonan praperadilan tersangka Nguan Seng itu, secara tidak langsung, menunjukkan penyidik yang dilakukan Polres telah sesuai dan diupayakan secara maksimal dan profesional dalam mengungkap mafia tanah.

Lebih lanjut kata Rio, Kasus dugaan penipuaan yag dilakukan tersangka lanjutnya, perlu dukungan dari semua pihak, karena merupakan langkah awal dalam mengungkap praktek mafia tanah di Tanjungpiang dan Bintan.

“Kita bersyukur, karena ini baru satu yang bisa kita ungkap. Sisanya masih banyak dan akan terus kami tingkatkan lagi,” pungakasnya.

Diketahui bahwa, Nguan Seng mengajukan praperadilan setelah dilaporkan Laurence M.Takke terkait dugaan tindak pidana penipuan dan/atau tindak pidana penggelapan sebagaimana yang diatur dalam ketentuan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP.

Berdasarkan Laporan Polisi Polres Tanjung Pinang Nomor B/129/VIII/2019/KEPRI/SPK-Res Tpi. Laporan itu berkaiatan dengan, proses jual beli tanah yang diakui Nguan Seng milik, di Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan dengan total luas sembilan hektar (9 ha).

Proses jual beli atas tanah tersebut, disepakati untuk dibagi menjadi dua, yaitu pertama kali proses jual beli tanah seluas 3 Ha dan yang kedua proses jual beli lahan tanah 6 Ha.

Pada proses jual beli pertama, antara Nguan Seng dan Laurence M.Takke dilakukan atas tanah seluas 3 Ha yang dilakukan secara sah, dan bukti akta pengoperan dan pelepasan Hak Nomor 23 dan Akta Pengoperan Dan Pelepasan Hak Nomor 24 tertanggal 29 Mei 2019, yang dibuat dan dikeluarkan oleh Notaris Kota Tanjungpinang Robbi Purba dan juga telah dilakukan pemeriksaan bahwa bidang tanah tersebut telah terdaftar (teregister) dan tercatat.

Atas Transaksi itu, Laurence melakukan pembayaran, berupa uang pembelian sebesar Rp 6.700.000.000 secara sukarela dan sah kepada Nguan Seng.

Tetapi dalam proses jual beli yang kedua untuk bidang tanah milik pemohon seluas 6 Ha yang sebelumnya telah dibuat Legalisasi Kesepakatan Bersama antara Tersangka Nguan Seng dengan Laurence M. Takke, degan Pernyataan Nomor 08/Leg/Not.RP/V/2019 tertanggal 29 Mei 2019, yang pada pokoknya menjelaskan bahwa Laurence M. Takke sebagai Pihak Kedua/Pihak Pembeli sepakat dan sudah mengetahui bahwa surat atas bidang tanah tersebut masih dalam proses penyelesaian masalah.

Tersangka Nguan Seng, awalnya berjanji akan menyelesaikan masalah surat tanah tersebut dengan tepat waktu (vide Pasal 2 Kesepakatan Bersama Nomor 08/Leg/Not.RP/V/2019 tertanggal 29 Mei 2019).

Namun dalam perjalananya, Nguan Seng tidak dapat menyelesaikan hingga, Pembeli Laurence M. Takke melaporkannya ke Polisi, atas dugaan penipuan dan penggelapan. Atas Laporan itu, selanjutnya Polres Tanjungpinang menetpakan Nguan Seng sebagai Tersangka pidana.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi

Comments
Loading...