Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Sambut Kedatangan 145 PMI, Benny : Jangan Beri Stigma Negatif PMI Pembawa Virus

Kepala BP2MI, Benny Ramdhani dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat melakukan penjemputan PMI Deportasi Malaysia di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani meminta kepada semua pihak, agar tidak memberikan stigma negatif (Dicap-red), seolah-olah PMI ini membawa virus covid-19. Siapapun dari luar negeri, memiliki potensi terpapar Covid, dan bukan hanya PMI saja.

“Saya perlu sampaikan bahawa setiap orang berpotensi untuk membawa virus Corona, jadi bukan hanya PMI. Jadi tolong jangan diberikan stigma-stigma negatif kepada PMI,” jelas Benny saat turun langsung menjemput 145 WNI/PMI asal Johor Bahru, Malaysia, yang tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Selasa (11/5/2021).

Dalam penjemputan itu, Kepala BP2MI didampingi Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, serta sejumlah pejabat dan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kepri.

Dia mengatakan, pihaknya membuktikan dengan sinergi kolaborasi bersama pihak terkait perlu penanganan bersama dalam pemulangan PMI tersebut.

Pemulangan WNI Pekerja Migran Indonesia (PMI) itu, berasal dari Detensi Tahanan Imigrasi (DTI) Pekan Nenas Johor Bahru, Malaysia, yang terdiri dari 115 PMI deportasi dan 30 PMI repatriasi karena sakit/rentan. Dua diantaranya menderita sakit lumpuh.

ke 115 PMI deportasi itu, selanjutnya dibawa ke Rumah Penampungan Trauma Center (RPTC) Tanjungpinang, sedangkan 30 PMI repatriasi lainya akan difasilitasi oleh UPT BP2MI Tanjungpinang dan ditampung di shelter milik BP2MI.

Setelah menjalani karantina selama 5 hari, mereka akan dibiayai oleh BP2MI untuk pulang sampai ke kampung halaman masing-masing.

“Pemulangan ini bisa terlaksana karena sinergi dan kolaborasi dari pusat dan daerah yang berjalan dengan baik. Hal ini yang paling penting. Baik penanganan PMI prosedural maupun non prosedural, semua ditangani oleh negara. Karena negara tidak akan mendiskriminasi setiap warga negaranya,” ungkap Kepala BP2MI.

Sebelumnya, untuk memastikan kondisi kesehatan dan sesuai ketentuan  protokol kesehatan, seluruh PMI telah menjalani tes PCR Covid-19 di DTI Pekan Nenas dan dinyatakan negatif. Begitu tiba di Tanjungpinang juga dilakukan dua kali pemeriksaan, yaitu swab antigen dan PCR.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad mengungkapkan bahwa sudah merupakan kewajiban pemprov untuk menangani kepulangan para PMI.

“Kami sudah memiliki Gugus Tugas Pemberantasan COVID-19 khusus PMI, baik itu PMI Mandiri maupun PMI deportasi dan kasus TPPO. Untuk pemulangan hari ini sudah lebih mudah karena ditangani oleh BP2MI dan RPTC Kementerian Sosial,” ujar Ansar.

Sedangkan yang lebih banyak jumlahnya adalah yang PMI Mandiri yang pintu masuknya adalah di Batam.

Kepala BP2MI juga menjelaskan bahwa akan ada sekitar 49.000 PMI yang akan kembali ke Indonesia karena habis masa kontraknya pada Bulan Mei. Belum lagi kepulangan PMI deportasi dan repatriasi yang hampir selalu terjadi setiap saat yang tidak termasuk dari 49.000 tersebut.

“Gelombang kepulangan PMI ini, tidak hanya terjadi di pelabuhan, tapi juga di bandara dan daerah lintas batas negara yang menjadi prioritas negara. Penanganan tersebut tidak cukup hanya ditangani oleh daerah, terlebih soal anggaran. Karena itu sinergi dan kolaborasi menjadi penting, terlebih terkait larangan mudik dan pengetatan protokol kesehatan yang menjadi komitmen kita semua,” sebutnya.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...