Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Positif Covid-19 Kepri Melonjak, Pemprov Tetapkan ASN Kerja Dari Rumah Mulai Besok

Akibat Psotif covid-19 Kepri terus melanjika, Pemerintah Provinsi Kepri mewajibkan ASN bekerja dari rumah atau WFH (foto: ismail/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kasus positif Covid-19 Kepri kembali melonjak. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kembali menetapkan status bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) pada seluruh ASN 18-31 Mei 2021.

Penetapan Bekerja dari rumah (WFH) ini tertuang dalam surat edaran (SE) nomor 800/893/BKPSDM-SET/2021 tentang penyesuaian sistem kerja dan kehadiran ASN dalam upaya pengendalian COVID-19 di lingkungan Pemprov Kepri yang ditandatangani Sekretaris Daerah, TS Arif Fadillah, Senin (17/5/2021).

Dalam surat tersebut, diinstruksikan kepada seluruh ASN Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berisiko tinggi terpapar Covid-19, agar dapat mengatur kehadiran pegawainya yang melakukan tugas kedinasan di kantor atau Work From Office (WFO) sebanyak 25 persen. Sementara sisanya 75 persen pegawai lainya bekerja dari rumah atau WFH.

“Untuk jumlah pegawai yang melakukan pelayanan pada Unit Pelaksana Teknis, diatur oleh masing-masing kepala OPD masing-masing,” ujar Sekda dalam instruksi SE tersebut.

Sementara itu, untuk pencatatan kehadiran para ASN, P3K, Tenaga Honorer, hingga tenaga harian lepas yang melaksanakan WFH, akan dilakukan secara online melalui aplikasi SIAP Kepri.

Dan 25 persen ASN bekerja dan masuk kantor, diwajibkan mematuhi protokol kesehatan. Dengan menggunakan masker, menjaga jarak, menyediakan tempat cuci tangan, membersihkan area tempat kerja hingga menjaga pola hidup sehat.

“Kepala OPD bertanggung jawab terhadap kelancaran penyelenggaraan pemerintahan, sehingga fungsi pelayanan berjalan dengan baik dan wajib melaporkan kepada Gubernur melalui Sekda,” ujar Sekda.

Sebelumnya, sejumlah pejabat Eselon II di Pemerintah Provinsi Kepri dinyatakan positif Covid-19 dan menjalani perawatan dan isolasi mandiri dirumah.

Sejumlah pejabat Kepri yang dinyatakan Positif Covid-19 itu adalah, dua orang Kepala dinas dan Badan inisial Bn dan Mb, kemudian satu kepala Biro inisial Ay serta satu orang Asisten inisial Js.

Kepala dinas Kesehatan Provinsi Kepri Muhammad Bisri membenarkan hal tersebut, dan saat ini sejumlah Kepala dinas, Kepala Badan, dan Biro serta Asisten itu sedang menjalani karantina atau isolasi mandiri.

“Tapi semuanya tanpa gejala dan saat ini sedang menjalani karantina atau isolasi mandiri,” ujar M.Bisri tanpa menyebut nama sejumlah pejabat itu, Sabtu (15/5/2021).

Bisri mengatakan, atas hal itu pihaknya akan mengusulkan ke Sekretaris Daerah dan Gubernur Kepri sebagai ketua dan ketua harian Satgas Covid-19 Kepri, untuk memperketat protokoler kesehatan (Prokes) di wilayah kantor Gubernur Kepri, dengan melakukan uji suhu tubuh atau jika memungkinkan akan kembali memberlakukan Work From Home (WFH) bagi pegawai di rumah.

“Untuk halal bihalal lebaran, sesuai dengan kebijakan pimpinan dalam kondisi Pandemi Covid-19 saat ini memang ditiadakan. Dan yang melaksanakan apel pagi, biasanya hanya sejumlah pejabat struktural saja,” imbuhnya.

Bisri mengakui, setelah lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah ini, kasus Positif Covid-19 di Kepri mulai mengalami lonjakan. Hal itu berdasarkan data hasil uji PCR Swab dalam dua hari terakhir terjadi penambahan 100 sampai 222 kasus. Dengan penambahan itu, saat total positif Covid-19 yang dirawat dan menjalani karantina di Kepri mencapai 1,754 pasien.

Penulis:Ismail
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...