Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Korupsi DJIP BUMD Bintan, Al-Baik Disebut, Juga Pinjam Dana Rp.1,5 M dari PT.BIS

Dua saksi diperiksa di PN Tanjungpinang dalam kasus dugaan Korupsi Dana Investasi Jangka Pendek (DJIP) atau pinjaman dana BUMD Bintan 2016 dan 2019

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Dua saksi sidang dugaan tindak pidana korupsi Dana Investasi Jangka Pendek (DJIP) atau pinjaman dana BUMD Bintan 2016 dan 2019 mengatakan, Swalayan Al-Baik milik Zul Kamirullah juga pernah mendapat kucuran dana pinjaman dari BUMD PT.Bintan Inti Sukses (BIS) Bintan.

“M.Zul Kamirullah adalah pemilik swalayan Al-Baik memperoleh dana Pinjaman Rp 1,5 miliar 2017. Pembayaran dilakukan tahun 2018, sehingga telat dari kontrak. Keuntungan yang dikembalikan ke PT.BIS sebesar Rp 60 juta,” jelas saksi Ii Santo dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis (20/5/2021).

Ii Santo dan Riza Provita merupakan mantan Komisaris dan direksi PT.BIS yang dihadirkan sebagai saksi dalam dugaan korupsi, terdakwa Risalasih selaku Direktur Utama dan Teddy Ridwan kepala Divisi Keuangan BUMD PT.Bintan Inti Sukses (BIS) Bintan.

Dalam persidangan, Santo mengatakan selain ke swalayan Al-Baik, PT.BIS juga pernah membiayai penyertaan modal 5 perusahaan lainnya, yaitu CV.Multi Coco Organik, CV.Safina Aircond Service, PT.Chantika, M.Zulkamirullah, Syaiful dan Barbershop.

Sedangkan untuk CV.Multi Coco Organik lanjut Santo, pinjaman modal di kucurkan Rp 1,5 miliar. Namun dalam perjalanannya, CV.Multi Coco Organik tidak mengembalikan pinjamannya, hingga berdasarkan audit investasi jangka pendek keuangan BUMD, PT.BIS, dinyatakan laba pendapatan Rp 750 juta yang belum dikembalikan CV.Multi Coco itu menjadi piutang yang belum diselesaikan.

“Keuntungan sebesar Rp 480 telah dibayar tetapi biaya modal belum dibayar,” kata Santo.

Santo menegaskan CV.Multi Coco Organik ini mengalami kesulitan untuk mengembalikan. Akibatnya keuntungan dibayar tetapi modal tidak dikembalikan mengakibatkan PT. BIS mengalami kerugian.

“Atas penyertaan modal itu, selanjutnya kedua terdakwa melakukan kerjasama pembiayaan modal dengan CV.Multi Coco Organik tanpa didasari studi kelayakan,” jelasnya.

Majelis Hakim, juga meminta keterangan kepada mantan direktur PT.BIS Reza Provita terhadap operasional Perusahaan milik BUMD Bintan itu saat kepemimpinannya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Risalasih sebagai Direktur BUMD Perseroan Terbatas (PT) Bintan Inti Sukses Kabupaten Bintan 2015-2019 dan Terdakwa Teddy Ridwan sebagai Kepala divisi keuangan BUMD PT.BIS, melakukan tindak pidana Korupsi dalam pengelola penyertaan modal Pemerintah Daerah Bintan di BUMD PT.BIS pada tahun 2015 sebesar Rp.3.663.862.642,- .

Berdasarkan hasil audit laporan keuangan BUMD PT.BIS tahun buku 2016 dan 2017, ditemukan piutang laba dari pendapatan investasi jangka pendek yang belum dibayarkan CV.Safina Aircond Services sebesar Rp.252 juta.

Selain itu ditemukan piutang laba dari pendapatan investasi jangka pendek yang belum dibayarkan CV.Safina Aircond Services sebesar Rp.252 juta. Syaiful senilai Rp.128.700.000 dan pengusaha warga Negara Singapura bernama M.Andi Bin Kamis senilai Rp.21.150.000,

PT.Chantika digunakan untuk operasional sebab perusahan mitra telah memiliki kapal dan sumber air bersih, Sehingga biaya untuk usaha ini, PT.BIS mengeluarkan biaya dana sebesar Rp.210 juta. CV.Safina Aircond Services sebesar Rp.185 juta.Barbershop (franchise) dengan STARSBOX sebesar Rp.436.596.200,-.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi

Comments
Loading...