Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Rudapaksa Anak Tiri Selama 4 Tahun, M (31) Nelayan Bintan Utara Dibekuk Polisi

Anggota Polsek Bintan Utara saat melakukan olah TKP di rumah kontrakan pelaku rudapaksa di Jalan Imam Bonjol Kampung Mentigi RT 002/RW 001. (Foto: Hasura/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Seorang ayah tiri berinisial M (31) di Tanjung Uban Kota, Bintan Utara tega merudapaksa anak tirinya, sebut saja Bunga (16).

Aksi bejat M yang kesehariannya sebagai nelayan itu, dilakukannya selama empat tahun dari 2017 hingga 2021, di rumah kontrakannya Jalan Imam Bonjol Kampung Mentigi RT 002/RW 001. Kini tersangka sudah ditangkap polisi dan langsung dijebloskan ke penjara.

Kapolsek Bintan Utara, Kompol Suharjono, mengatakan kejadian ini terungkap setelah ayah kandung korban melaporkannya pada pihak polsek.

“Lalu kami bertindak langsung untuk mencari keberadaannya dan tidak lama langsung menangkap pelakunya,” ujar Suharjono, Sabtu (22/5/2021).

Awalnya, sebut Suharjono, kasus pencabulan ini terungkap dari pesan WhatsApp (WA) korban Bunga kepada pacarnya, bahwa dirinya sedang ada masalah lalu membahasnya via WA.

”Namun pesan singkat itu salah kirim, bukannya ke sang pacar melainkan ke salah seorang warga,” ujar Suharjono

Kemudian, warga tersebut langsung menanyakan permasalahan itu kepada korban. Di situ korban bercerita panjang lebar. Bahkan korban juga menceritakan jika dirinya kerap dipaksa berhubungan badan oleh ayah tirinya.

“Warga tersebut merasa iba dan melaporkan kejadian ini ke ayah kandung korban. Lalu ayah kandung korban kembali melaporkan kejadian yang dialami anaknya ke polisi,” sebutnya.

Ayah kandung korban bersama Kapolsek dan Kanit Reskrim, Iptu Purbowo dan anggotanya langsung mencari pelaku. Beberapa jam pencarian akhirnya pelaku berhasil dibekuk tak jauh dari rumah kontrakannya.

Saat Ditangkap Pelaku Sempat Berkelit

Ketika ditangkap dan diinterogasi, pelaku sempat membantah dan berkilah jika dirinya tidak pernah melakukan aksi bejat itu.

Namun setelah dipertemukan dengan korban, akhirnya pelaku mengakuinya semua perbuatannya, dan telah merudapaksa korban dari 2017 hingga terakhir kali dilakukannya pada awal bulan Suci Ramadhan 2021 yang baru lewat.

“Tersangka, sempat berikan pengakuan berbelit-belit. Namun ketika dijumpakan sama anak tirinya. Dia ngaku kalau sudah berkali-kali melakukan hubungan terlarang itu,” katanya.

Dari pengakuan pelaku, perbuatan bejat itu dilakukan saat situasi rumah dalam keadaan kosong. Ketika itu pelaku langsung mengucapkan kepada anak korban dengan nada-nada tegas disertai ancaman sehingga korban takut.

Korban sempat menolak, namun dikarenakan pelaku menggunakan kekuatan sepenuhnya, korban tidak berdaya serta tidak bisa melarikan diri dari pelaku.

Setelah kejadian pertama, lanjut Suharjono, pelaku semakin sering melakukan perbuatan bejatnya tersebut, dan selalu mengancamnya dengan mengatakan “jangan kasih tau mamak” setiap selesai melakukan hubungan layaknya suami istri dengan korban.

”Akhirnya, perbuatan pelaku itupun diketahui oleh istri pelaku. Namun saat itu sang istri hanya marah-marah, dan mengatakan daripada anakku lebih baik setubuhi aku. Habis melampiaskan nafsu bejatnya ke korban, akhirnya istrinya (ibu korban, red) saat itu juga disetubuhinya,” jelasnya Suharjono.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 81 Ayat (1), Ayat (2) dan Pemberatan Ayat (3) karena dilakukan oleh Wali Anak Korban sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 64 KUH Pidana.

“Karena perbuatan bejat itu dilakukan berulang-ulang, maka pelaku terancam dengan hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara,” ucapnya.

Penulis: Hasura
Editor: Ogawa

Comments
Loading...