Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Praktisi Hukum Minta, Oknum Lurah dan Ustad Pelaku Cabul di Hukum Kebiri

Praktisi Hukum anak M.Fasisal

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Praktisi dan pengamat hukum Permasalahan Anak Muhammad Faisal, meminta Aparat, menghukum oknum Lurah, Ustad dan karyawa toko pelaku pencabulan anak dibawah umur dihukum kebiri.

Faisal mengatakan, selain merasa sangat miris, Kejadiaan pencabulan anak yang dilakukan oknum pemuka agama, dan Pamong masyarakat di Pemerintahan kota Tanjungpinang itu menjadi pukulan berat bagi Pemerintah dan masyarakat di kota Tanjungpinang.

“Saya merasa miris dengan kejadian ini. Ini merupakan pukulan bagi kita sebagai masyarakat khususnya di Tanjungpinang,” kata Faisal, Jumaat(28/5/2021).

Ia menyampaikan, dari kronologis yang diperoleh dari Media, Polisi menyatakan, kalau kasus tersebut sudah terjadi sejak 2019. Artinya ada keteledoran orang tua dan masyarakat, sehingga kasus ini berbuntut panjang dari 2019 hingga 2021.

“Kalau 2019 kejadiaan pencabulan sudah diketahui, baik orang tua dan warga lainya. Harusnya sudah dilaporkan saat itu juga, hingga pelaku encabulanya tidak bertambah-tambah,” ujarnya.

Namun demikian, Faisal menyatakan, untuk proses hukumnya pengungkapanya, diserahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian, untuk melakukan penyidikan.

“Kita hormati proses hukum yang ada dan prinsip-prinsip hukuman yang ada,” ucap Faisal.

Namun demikian Faisal menyebutkan secara pribadi mendorong kepada ke Polisian untuk berani melakukan penindakan dengan memberikan ancaman hukum yang berat. Karena diketahui pelaku ini adalah aparat negara yang harus melindungi masyarakatnya.

Lebih lanjut Fasil mengatakan, terhadap pelaku awal, yang juga seorang tokoh agama, ustad dan guru, sehingga tidak ada alasan untuk meminimalkan ancaman hukumannya bahkan ini harus diperberat.

Berdasarkan undang-undang perlindungan anak, oknum-oknum ini yang selayaknya bisa diberikan tambahan pemberatan hukuman sepertiga dari ancaman hukuman yang ada, sehingga menjadi efek jera, kepada pelaku dan masyarakat yang lain, sehingga masyarakat tidak melakukan tindakan yang sama, melakukan kekerasan seksual kepada anak-anak.

Selain Faisal juga mendorong kepada orang tua, untuk lebih waspada lagi kepada pergaulan anak-anaknya jangan membiarkan anak-anak bergaul dengan orang yang baru dikenal bahkan tidak dikenalnya

Ditambah lagi saat ini kondisi Covid-19 ini banyak orangtua seperti lalai terhadap pergaulan anaknya, mungkin anaknya merasa bosan dirumah sehingga mereka curi-curi waktu untuk keluar dari rumah. Sehingga pengawasan kepada anak-anak itu harus bisa melekat dengan demikian anak ini tifak menjadi korban kekerasan seksual.

Faisal juga menyampaikan sepeanjang itu hukuman kebiri sudah ada aturan pelaksananya, ia merasa itu bisa, tinggal keberanian dari aparat penegak hukum dalam hal ini tuntutan Jaksa dan putusan dari Pengadilan untuk meberikan sanksi tambahan kebiri .

“Sehingga ini bisa benar benar menjadi contoh pemberatan hukuman bagi pelaku tindak pidana khususnya yang ada di kepri. Karena selama pengamatan kasus kasus kekerasan seksual anak, vonis PN itu masih memebrika hukuman yang minimal,” tegasnya.

Menurutnya kejahatan terhadap anak merupakan Extra Ordenery Crime yang harus mendapatkan pemerintah khususnya dari aparat penegak hukum untuk dapat menghukum pelaku seberat-beratnya.

Sementata itu bagi para pendamping korban nantinya bgaiaman korban secara sikologis bisa dipulihkan dan sikorban nantinya bisa melupakan kejadian ini.

“Artinya harus ada pendampingian sikologis yang tuntas,” pungaksnya.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...