Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Menkop UKM Sebut Pemerintah Naikan Porsi KUR Hingga Rp20 Miliar

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. (Foto: Istimewa/BPMI Setpres).

PRESMEDIA.ID, Jakarta – Pemerintah terus berupaya membantu pelaku sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar naik kelas. Salah satunya dengan menaikkan kredit usaha rakyat (KUR) hingga Rp20 miliar di tahun 2024 mendatang.

Demikian dikatakan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki usai Rapat Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM, di Jakarta baru-baru ini.

Dilansir laman resmi Republik Indonesia, Menteri Teten menambahkan, tak hanya porsi KUR yang dinaikan porsi kredit perbankan bagi UMKM yang saat ini baru 20 persen, dinaikkan hingga di atas 30 persen.

”Khusus untuk KUR, saat ini yang diberikan hanya Rp500 juta. Sehingga ada kesempatan bagi UMKM untuk mengembangkan kapasitas usaha, kalau Rp500 juta hanya bertahan di tingkat mikro terus, padahal kita harus meningkatkan jumlah kewirausahaan kita,” kata Teten.

Senada dengan Teten, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan soal peningkatan porsi KUR bagi UMKM. Tujuannya, sektor itu diharapkan jadi motor utama pemulihan ekonomi nasional di tengah lesunya penyaluran skema kredit yang lain.

“Pemerintah menetapkan beberapa perubahan kebijakan KUR, salah satunya yaitu perubahan skema KUR tanpa jaminan yang awalnya tertinggi adalah Rp50 juta menjadi Rp100 juta,” ujar Airlangga Hartarto, usai Rapat Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM baru-baru ini.

Saat ini, sebut Menko, porsi kredit UMKM baru mencapai 18,8 persen terhadap total kredit perbankan. Presiden Jokowi meminta agar porsi itu ditingkatkan secara bertahap, setidaknya menjadi lebih dari 30 persen pada 2024.

Berdasarkan arahan tersebut, papar Airlangga, pemerintah melalui Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM menambah subsidi bunga KUR dan mengubah kebijakan pelaksanaan KUR.

“Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang tambahan subsidi pada bunga KUR sehingga menjadi 3 persen selama 6 bulan, yakni mulai 1 Juli 2021 sampai dengan 31 Desember 2021,” ujarnya.

Subsidi Bunga KUR 2021 Rp7,84 Triliun.

Airlangga menegaskan, pemerintah telah menyediakan anggaran sebesar Rp4,39 triliun untuk perpanjangan tambahan subsidi bunga KUR selama jangka waktu tersebut.

Adanya tambahan ini, masih Airlangga, membuat total kebutuhan anggaran tambahan subsidi bunga KUR 2021 menjadi Rp7,84 triliun.

”Sejumlah perubahan kebijakan KUR akan berlaku sejak 1 Juli 2021. Jadi, secara keseluruhan, realisasi penyaluran KUR sejak Januari 2021 sampai dengan 29 April 2021 telah mencapai angka Rp82,56 triliun atau 32,63 persen dari target 2021, sebesar Rp253 triliun,” rinci Airlangga.

Lebih jauh Menko Airlangga menjelaskan, KUR ini diberikan kepada 2,28 juta debitur sehingga total outstanding KUR sebesar Rp252,92 triliun dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) sebesar 0,71 persen.

”Kebijakan afirmatif lainnya adalah memasukkan sektor itu sebagai bagian upaya negara ini mewujudkan Indonesia 4.0 dengan meningkatkan jumlah UMKM yang masuk ke dunia digital. Target pada tahun ini adalah 30 juta UMKM terdigitalisasi sampai akhir tahun,” demikian Airlangga.

Penulis: Redaksi
Editor: Ogawa

Comments
Loading...