Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Sindikat Pencurian Motor di Tanjungpinang Libatkan Oknum TNI dan Polisi Polda Kepri

*Tersangka Sebut Ranmor Curian Pesanan Os Oknum TNI dan Polisi

Kapolres Tanjungpinang AKBP.Fernando bersama Kasat Reskrim dan Kasubag Humas Polres Bintan saat melakukan Ekspos Pencuriaan Motor di Bulan Ramadhan yang dilakukan Tolo dan Oknum TNI dan Polri di Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kapolres Tanjungpinang, AKBP Fernando mengatakan, Pencurian motor (Curanmor) yang dilakukan tersangka Tolo Zindhuhu Laia (40), pada Bulan Ramadhan lalu di Tanjungpinang melibatkan oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan anggota Polisi di Polda Kepri.

Tersangka Tolo Zindhuhu Laia bersama dengan oknum TNI dan Polri itu, terlibat dalam pembelian sepeda motor hasil curian tersangka Tolo.

“Sampai saat ini kami masih melakukan pengembangan, ada oknum TNI dan Oknum Polisi yang terlibat sudah diserahkan ke POM dan Provost,” kata Fernando, saat press rilis didampingi oleh Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Rio Reza Parindra dan Kasubag Humas, Ipti Suprihadi di Mapolres Tanjungpinang.

Fernando juga mengatakan, keterlibatan Oknum TNI dan Polisi dalam kasus Pencurian Motor dengan Tersangka itu, terus dikembangkan dan pihaknya tidak akan menutup-nutupi.

“Pengembangan keterlibatan oknum TNI dan Polisi di Polda Kepri ini masih terus dikembangkan. Dan Kita tidak menutupi jika ada oknum Polri yang terlibat. Sehingga penyidikan ini belum selesai,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, dari penyelidikan yang dilakukan, Tersangka Tolo, mengaku telah mencuri sepeda motor sebanyak 9 sepeda motor merk Honda Scoopy dan 4 unit Honda Vario di 14 Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Tanjungpinang dan Batam.

“Satu TKP di Bengkong Batam,” ungkapnya.

Dari pencurian yang dilakukan tersangka, lanjut Fernando, pelaku telah berhasil menjual 7 unit sepeda motor yang dicuri nya, dan dibawa ke luar pulau.

“Dari pengakuan tersangka, ada 2 unit sepeda motor yang dijual ke Natuna. Tetapi pihaknya telah berkoordinasi Polres Natuna. Dan 2 motor yang dijualnya itu sudah ditemukan dan saat ini dalam perjalanan menuju ke Tanjungpinang,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Tersangka Curanmor Tolo Zindhuhu Laia, juga mengaku disuruh oleh Os oknum TNI di Korem Wira Pratama.

Dirinya dan oknum TNI berinisial Os itu, dikatakan sudah 11 kali melakukan pencurian sepeda motor. Dari pencurian dan penjualan itu, Tolo mengaku diberi imbalan Rp 2 juta per unit sepeda motor jika berhasil dijual.

“Pesanan TNI, Os di Korem, sudah 11 kali mencuri sepeda motor dan sendiri hanya dua kali,” jelasnya.

Akibat perbuatannya tersangka Tolo ini dijerat dengan pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra, mengungkapkan pencurian sepeda motor yang dilakukan tersangka Tolo, diantaranya terjadi di jalan Bakar Batu Kota Tanjungpinang, sekitar pukul 23.00 WIB, Jumat (7/5/2021) lalu.

Kronologisnya, berawal pada saat orang tua korban, pulang ke rumah dan memarkirkan sepeda motor Honda Scoopy BP 2027 TW warna putih hitam di teras depan rumahnya, dengan dikunci stang.

“Keesokan harinya sekitar pukul 02.30 WIB, adik pelapor pulang ke rumah mau memakai motor tersebut. Namun sepeda saat itu motor sudah tidak ada lagi di depan teras rumah,” sebutnya.

Selanjutnya korban yang kedua adalah Ripin, warga jalan Rawasari nomor 146 Kota Tanjungpinang. Berdasarkan laporan yang dibuat, telah kehilangan motor merk Honda Vario warna hitam abu-abu sekitar pukul 22.00 WIB, Rabu (5/5/2021) lalu di halaman Rukonya.

“Korban mengaku, motornya yang saat itu dikunci stang saat diparkir di depan Ruko nya, mengetahui motornya hilang sekitar pukul 03.00 Wib pagi. Saat pagi itu korban melihat sepeda motornya sudah hilang,” ungkap Rio.

Selanjutnya, korban melapor ke Polsek Tanjungpinang Timur. Atas laporan itu, selanjutnya tim Jatanras Satreskrim Polres Tanjungpinang dan Polsek Tanjungpinang Timur melakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan, Polisi mendapat informasi dari masyarakat yang melihat seorang laki-laki dengan gerak gerik mencurigakan duduk diatas sepeda motor yang mana motor tersebut adalah milik karyawan di salah satu Hotel Resto di KM 7 Tanjungpinang, Minggu (16/5/2021).

“Korban memperhatikan gerak- gerik pelaku yang mana pelaku mengeluarkan benda seperti obeng dan mencoba menghidupkan motor yang ada Di Tempat tersebut,” jelasnya.

Rio menyebutkan kemudian alarm motor milik pelapor berbunyi dan dengan cepat pelapor yang tadinya memantau si pelaku mengejar keluar dan menangkap Pelaku.

Atas penangkapan yang dilakukan karyawan Hotel Resto Km 7 itu kemudian tim gabungan yang mengamankan pelaku dan membawa ke Polsek Tanjungpinang Timur guna melakukan Pengembangan.

Penulis:Roland/Redaksi
Editor :Redaksi

Comments
Loading...