Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Pertumbuhan Ekonomi Kepri, Kini Jadi Sorotan Presiden Jokowi

Gubernur Ansar saat pada kegiatan Executive Meeting Akselerasi Belanja Pemerintah untuk Pertumbuhan Ekonomi Kepri dari Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (3/6/2021). (Foto: Istimewa/Humprohub Kepri).

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad mengungkapkan, saat ini pertumbuhan ekonomi Kepri menjadi sorotan Presiden Jokowi. Hal itu terungkap ketika kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Tanjungpinang pada 19 Mei yang lalu.

“Bapak Presiden menyoroti ekonomi kita yang masih lebih rendah dari pertumbuhan perekonomian nasional di minus 0,74 persen,” kata Gubernur Ansar saat menjadi pembicara dalam Executive Meeting Akselerasi Belanja Pemerintah untuk Pertumbuhan Ekonomi Kepri dari Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (3/6/2021).

Untuk itu, lanjut Gubernur, pemulihan ekonomi tidak bisa hanya dibebankan pada APBD semata, namun juga dibebankan pada kinerja APBN yang dialokasikan untuk Kepri.

”Oleh karena itu, sebagai kepala daerah, saya meminta peran serta dan kontribusi para kepala satker sebagai pengelola pagu besar belanja APBN untuk segera melakukan akselerasi belanja pemerintah,” desak Gubernur Ansar.

Lebih jauh, Gubernur Ansar Ahmad menilai, bahwa akselerasi belanja APBN sangat penting untuk memberikan dukungan pada pemulihan perekonomian Provinsi Kepulauan Riau yang saat ini mengalami perlambatan akibat pandemi Covid-19.

Karena itu, ia mengingatkan agar para satker dari Kementrian/Lembaga pusat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran APBN untuk menumbuhkembangkan perekonomian Kepri.

“Belanja APBN yang telah dialokasikan pada DIPA saudara-saudara merupakan konsumsi pemerintah sebagai salah satu variabel penting pembentuk PDRB,” ucapnya

Tak luput, pada kesempatan itu, Gubernur Ansar juga mengajak para peserta meeting melihat bagaimana kondisi ekonomi Kepri selama masa pandemi.

Sebab, dirilis oleh BPS pertumbuhan ekonomi Kepri di triwulan I 2021 masih mengalami kontraksi pada angka minus 1,19 persen. Jika dibandingkan dengan triwulan I 2020 yang mampu tumbuh sebesar 2,06 persen.

“Ini adalah salah satu ikhtiar kita untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi di Kepri,” lirih Ansar.

Terakhir, Gubernur juga merincikan, bahwa pada tahun 2021, APBN yang dialokasikan untuk Provinsi Kepri mencapai Rp5,24 Triliun.

Dana tersebut dibagi dalam tiga porsi meliputi pembagian untuk DBH, DAU, dan DID sebesar Rp5,82 T, transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp1,65 T, dan Belanja K/L sebesar Rp7,77 T.

Seluruh Satker Diminta Berkontribusi

Dalam pada itu, Kepala Kanwil DJPb Kepri Teguh Dwi Nugroho mengatakan, bahwa instansinya telah melakukan langkah-langkah nyata agar seluruh satker dapat melakukan akselerasi belanja agar dapat berkontribusi positif bagi perekonomian Kepri.

“Di antaranya melalui kegiatan dialog kinerja satker, sosialisasi dan bimbingan teknis, kemudian evaluasi pelaksanaan anggaran, dan review pelaksanaan belanja,” demikian Teguh.

Untuk diketahui, acara ini digelar oleh Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu Provinsi Kepri dengan tujuan melanjutkan sinergi dan kerjasama yang baik antara Kanwil DJPb Kepri dan Pemprov Kepri.

Upaya ini, juga dalam rangka pengawasan pelaksanaan APBN dan bentuk kontribusi Kanwil DJPb Kepri untuk turut membangun Kepri.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah H TS Arif Fadillah, Rektor UMRAH Agung Dhamar Syakti, Kepala KPPN Tanjungpinang Aprijon, dan Kepala KPPN Batam Bayu Prabowo.

Penulis: Redaksi/Humprohub Kepri
Editor: Ogawa

Comments
Loading...