Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Ditetapkan Tersangka, Begini Modus ASN Vinna Tipu Anggota DPRD Bintan

Kasat reskrim Polres Tanjungpinang AKP.Rio Reza Parindra saat menggelar ekspos penetapan ASN Pemko Tanjungpinang Vs (Vinna Saktiani) sebagai Tersangka Penipuan penerimaan siswa IPDN.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Tersangka Vs (Vina Saktiani) Oknum ASN Pemko Tanjungpinang, ternyata masih memiliki kekerabatan dengan Oknum DPRD Bintan inisial Tm yang menjadi korban penipuan.

Bahkan dari kekerabatan itu, tersangka Vinna Saktiani mengaku bisa mengurus dan memasukan anak anggota DPRD Bintan Tm menjadi siswa IPDN di Jatinangor Bandung.

Kasat Reserse Kriminal (Kasatreskrim) AKP Rio Reza Parindra mengatakan, Penipuan yang dilakukan oknum ASN tersangka Vinna Saktiani, berawal dari keinginan Anggota DPRD Bintan Tm agar anaknya Yz masuk IPDN.

Karena tersangka Vina Saktiani yang merupakan tante anak korban mengaku bisa memasukan anaknya ke IPDN, hingga disepakati biaya pengurusan sebesar Rp.300 juta. Uang tersebut, diserahkan korban Tm ke tersangka Vinna di jalan DI.Panjaitan KM 7 Kota Tanjungpinang sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (10/5/2019) lalu.

Namun dalam perjalanan, ketika anak korban Tm mengikuti Ujian Teknis Kemampuan Dasar (TKD) dinyatakan tidak lulus.

“Saat itu, korban Tm memberitahu ke tersangka, jika anaknya tidak lulus TKD. Kemudian, Tersangka mengatakan, anak korban nanti bisa lulus lewat jalur belakang, Begitu sudah mengikuti pelantikan siswa,” ujar Rio.

Selanjutnya, tersangka Vs juga menyuruh korban dan anaknya ke Bandung, untuk bertemu seseorang di kampus IPDN. Atas arahan itu, korban dan anaknya selanjutnya berangkat ke Bandung dan mendatangi kampus IPDN.
Sedangkan tersangka meminta agar korban dan anaknya menunggu arahan.

Tetapi setelah menunggu di Kampus IPDN. Tersangka mengabarkan pada korban, bahwa untuk sekarang tidak bisa masuk, tetapi tunggu saja nanti pada saat siswa telah mengikuti pendidikan dasar di Akpol. Ketika siswa IPDN kembali ke barak maka anak korban akan disisipkan.

“Namun kenyataanya sampai 2 bulan kemudian, anak korban tetap tidak bisa masuk IPDN,” ungkapnya.

Mengetahui hal itu, kata Rio, akhirnya korban menghubungi tersangka dan meminta agar uangnya dikembalikan. Namun oleh Tersangka menyebut dan Rp.300 juta itu sebagian sudah digunakan.

Pada bulan November 2019 tersangka Vs menyerahkan uang sebesar korban Rp100 juta. Selanjutnya sekira Desember 2019 tersangka menyerahkan cek Bank Mandiri Tanjungpinang atas nama PT.KAP senilai Rp 200 juta. Tetapi saat korban melakukan pencairan ke Bank dengan sistem kliring, cek yang diserahkan Tersangka pada korban, ternyata tidak ada dananya, sehingga korban kembali menghubungi tersangka. Satu tahun kemudian di awal tahun 2020 tersangka menyerahkan uang sebesar Rp 70 juta kepada korban.

Sehingga total uang yang telah dikembalikan ke korban sebesar Rp 170 juta, sedangkan sisanya Rp130 juta belum dikembalikan tersangka.

Atas hal itu, anggota DPRD Bintan Tm selanjutnya melaporkan perbuatan Vinna ke Polisi. Dan dari penyelidikan dan Penyidikan Polisi, Vn dipanggil untuk diperiksa, namun yang bersangkutan tidak pernah hadir.

“Setelah beberapa kali dilakukan pemanggilan dan Vn tidak pernah hadir, Selanjutnya penyidik dengan dua alat bukti, Vn ditetapkan tersangka pada 23 April 2021,” ujar Rio.

Dengan status sebagai tersangka, penyidik kembali melakukan pemanggilan, pada 26 April 2021 Tapi Vn tidak hadir, kemudian kembali dipanggil pada 11 Mei 2021 juga tidak hadir.

Selanjutnya pada 31 Mei 2021, tersangka menyerahkan diri ke Polres dan langsung dilakukan penahanan sebagai tersangka di sel Tahanan Polres Tanjungpinang.

“Atas perbuatannya, Tersangka Vs (Vinna Saktiani) dijerat dengan Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara,” pungkas Rio.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi

Comments
Loading...