Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Dalam Dua Hari, Empat Warga Positif Covid-19 Meninggal Dunia di Bintan

Petugas Satgas Covid saat melakukan uji Swab Antigen pada jasad korban meninggal  di tepi jalan di Tanjungpinang, Beruntung Hasil swab dari korban, hasilnya negatif (Foto: Dok- Redaksi/Presmedia.id).

PRESMEDIA.ID, Bintan – Kasus kematian dikarenakan Covid-19 di Kabupaten Bintan terus bertambah. Dalam dua hari berturut, yaitu 8-9 Juni 2021, tercatat ada tambahan empat orang lagi meninggal dunia. Sehingga kasus kematian sampai saat ini menjadi 38 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan, dr Gama AF Isnaeni mengatakan empat orang yang meninggal dunia itu berasal dari Kecamatan Bintan Utara, Toapaya, Bintan Pesisir dan Teluk Bintan.

“Tiga orang meninggal dunia pada 8 Juni. Sedangkan 1 lagi meninggal pada 6 Juni. Namun hasil PCR-nya keluar pada hari sama. dan ditetapkan positif Covid-19 pada 9 Juni atau hari ini,” ujar Gama, Rabu (9/6/2021).

Pasien yang meninggal dunia pada 8 Juni antara lain TE (62) seorang wanita asal Gesek Km 24 Kelurahan Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya. Dia ditetapkan sebagai pasien kasus ke 1.461 pada 30 Mei dan diisolasi di RSUP RAT Kepri saat itu juga. Lalu meninggal dunia di rumah sakit tersebut 8 Juni 2021.

Berikutnya, AI (57) seorang pria asal Kelurahan Tanjunguban Selatan Kecamatan Bintan Utara. Dia ditetapkan sebagai pasien kasus ke 1.661 pada 6 Juni 2021 lalu, diisolasi di RSUP RAT Kepri dan meninggal dunia 8 Juni 2021.

Kemudian, WAT (36) seorang wanita asal Desa Numbing Kecamatan Bintan Pesisir. Dia ditetapkan sebagai pasien kasus ke 1.706 pada 8 Juni 2021 diisolasi di RSUD Bintan dan meninggal di hari itu juga.

Lalu, imbuh Gama, PA (48) seorang wanita asal Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan. Dia ditetapkan sebagai pasien kasus ke 1.742 pada 9 Juni 2021 namun meninggal dunia 3 hari sebelumnya yaitu 6 Juni 2021 di RSUD Bintan.

Gama menambahkan, pasien yang meninggal dunia itu 3 diantaranya wanita dan 1 orang pria. Keempat pasien yang meninggal dunia ini, mengalami sakit dengan berbagai gejala.

”Seperti demam, batuk, sesak napas, CAD Iskemik, pilek, dan tidak nafsu makan. Lalu diisolasi dan meninggal dunia dalam proses penyembuhan di rumah sakit,” ujar Gama.

Mereka, kata Gama, telah dimakamkan saat itu juga di TPU terdekat. Untuk proses pemakamannya dilakukan sesuai dengan penanganan covid-19.

“Kita himbau agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan menerapkan 5M. Karena dengan cara itu kita bisa mencegah penularan covid-19,” tutupnya.

Penulis:Hasura
Editor  :Ogawa

Comments
Loading...