Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
DPRD Lingga

Ketua DPRD Lingga Berharap Tidak Ada Pihak Cari Panggung di Tengah Masalah

Ketua DPRD Kabupaten Lingga Ahmad Nasiruddin. (Foto: Aulia/Presmedia.id).

PRESMEDIA.ID, Lingga – Ketua DPRD Kabupaten Lingga Ahmad Nasiruddin mengharapkan agar tidak ada pihak-pihak yang mencari keuntungan dengan memanfaatkan situasi di balik permasalahan yang ada saat ini.

Pernyataan Nasiruddin ini, ditujukan kepada koleganya sama-sama di DPRD yakni, Ketua Komisi I DPRD Lingga Roni Kurniawan, agar tidak memanfaatkan persoalan ini sebagai ajang mencari panggung di tengah persoalan yang ada.

”Seharusnya persoalan ini kan bisa diselesaikan dengan baik-baik, bukan malah dibuat seolah-olah sebagai ajang cari panggung,” kata Nasiruddin kepada awak media, Rabu (10/6/2021).

Menurut Nasiruddin pernyataan dari Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Lingga Roni Kurniawan yang menuding bahwa Ketua DPRD Kabupaten Lingga menarik surat undangan untuk gelar hearing atau RDP dengan BKD Kabupaten Lingga terkait pembahasan tenaga Honorer atau PTT dan THL di lingkup Pemkab Lingga itu terlalu prematur dan tidak mendasar.

Nasiruddin menilai pada undangan hearing atau rapat dengar pendapat (RDP) dan nota dinas yang dibuat oleh Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Lingga, Roni Kurniawan, juga terdapat keanehan, karena tanggal undangan, nota dinas dan acara dibuat pada hari yang sama, hal itu juga menjadi temuan baru Ketua DPRD Kabupaten Lingga.

Begitupun dengan surat undangan kedua yang ditandatangani oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Lingga, Aziz Martindaz tersebut dibuat pada tanggal 09 Juni 2021, dalam undangan tersebut dibuat berdasarkan Nota Dinas yang nomornya, hari tanggal juga diterbitkan pada tanggal 09 Juni 2021.

“Surat undangan kedua yang diterbitkan itu juga aneh, karena hari, tanggal, dan waktu terbitnya dan berlangsungnya acara, secara bersamaan, logikanya kalau undangan itu dibuat berdasarkan nota dinas, minimal sehari sebelum acaralah” kata Nasirudin.

Selain itu, lanjutnya, jam pelaksanaan pada undangan tersebut juga pada pukul 10.00 pagi dan acara berlangsung masih pagi.

”Inikan aneh undangannya juga pada hari yang sama, dengan nota dinas, jadi ini sudah sangat berbahaya sekali,” sebutnya.

Terkait dengan permasalahan ini, pihaknya akan segera mengevaluasi termasuk kepada pihak-pihak yang terlibat di Sekretariat DPRD Kabupaten Lingga, hal ini dilakukan agar persoalan serupa tidak terulang lagi.

“Saya tidak pernah melarang anggota DPRD atau komisi-komisi manapun untuk melakukan hearing, karena itu memang tugas anggota DPRD, tapi buatlah dengan serius jangan hanya terkesan cari panggung, sehingga penyelesaiannya benar-benar tepat sasaran,” demikian Nasiruddin.

Penulis: Aulia
Editor: Ogawa

Comments
Loading...