Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Belum P-21, Kejari Masih Teliti BAP Tujuh Tersangka Tambang Pasir Ilegal Bintan

Kasat Reskrim Polres Bintan, dan anggotanya saat melakukan Police Line praktek tambang pasir Illgeal di Bintan (Foto:Hasura/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan menyatakan, telah menerima Berkas Perkara (BAP) 7 Tersangka kasus tambang Pasir ilegal dari penyidikan Polres di Bintan.

Ke 7 tersangka itu, merupkan tindak lanjut dari 4 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang dikirimkan penyidik Polres Bintan dalam kasus illegal mining atau tambang pasir ilegal itu.

Kepala Kejaksaan Negeri Bintan melalui Kepala seksi Pidana umum (Kasi Pidum) Kejari Bintan, Gustian Juanda Putra, mengatakan hingga saat ini berkas perka ke 7 tersangka dugaan penambang pasir ilegal itu belum dinyatakan lengkap atau (P-21) dan masih diteliti Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani.

“BAP nya belum lengkap, masih tahap pertama dengan 7 tersangka tambang pasir Ilegal. saat ini sedang di telaah Jaksa yang menangani,” ujar Gustian saat dikonfimasi PRESMEDIA.ID, Kamis (11/6/2021).

Dari 7 tersangka lanjut Gustiandilimpahakan penyidik menjadi 4 berkas perkara, yang diantaranya, Pertama berkas tiga tersangka masing-masing tersangka Fadli, Andri, Bubun Sidorosna. Kemudian berkas tersangka atas nama Santo.

Ke tiga  berkas perkara nama Amirul Mu”minin dan ke empat berkas perkara atas nama tersangka Puji alias Ucul.

“Ketujuh tersangka, disangka melanggar pasal 158 Jo Pasal 35 ayat (3) UU RI No 3 Tahun 2020 Tentang perubahan atas UU RI No 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP,” jelasnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Dwihatmoko Suseno, mengatakan telah tetapkan 7 tersangka  dari razia dan penindakan tambang pasir ilegal di Bintan.

Penetapan 7 tersangka itu, merupakan orang yang bertanggung jawab dari 20 orang yang diamankan saat melakukan penambangan ilegal di sejumlah wilayah di Kecamatan Gunung Kijang Bintan.

Para tersangka terdiri dari pemilik tambang dan pekerja, yang kedapatan melakukan aktivitas tambang ilegal di tiga titik lokasi berbeda di kawasan Kampung Banjar Baru RT 01/RW 01 Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang.

Selain menetapkan 7 tersangka, Polisi juga menyita 5 unit mesin penyedot pasir beserta pipa, sekop pasir serta peralatan lainya untuk dijadikan barang bukti.

Semua barang bukti dan tersangka saat itu dibawah ke Mapolres Bintan untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Dari pengakuan para tersangka, tambang pasir yang mereka kerjakan sebelumnya sudah beroperasi sejak Maret hingga April 2021.

Penulis:Roland
Editor   :Redaksi

Comments
Loading...