Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Terungkap di Pengadilan, Pungli SPJK di Dishub kota Batam Berlangsung Sejak Kadishub Zulhendri

*Kejari Batam Belum Bersikap

Sidang Korupsi pungli SPJK di Dishub kota Batam,Saksi sebut Pungli sudah berlangsung sejak Kadishub Zulhendri.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Praktek Pungutan liar (Pungli) penerbitan Surat Penetapan Jenis Kendaraan (SPJK) di Dinas Perhubungan kota Batam, ternyata sudah berlangsung sejak masa jabatan mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam Zulhendri.

Hal itu kembali dikatakan sejumlah saksi dari perusahaan Jasa Pengurusan Izin Surat Penetapan Jenis Kendaraan (SPJK) dalam kesaksianya pada sidang korupsi SPJK terdakwa Heriyanto di PN Tanjungpinang, Kamis (11/6/2021).

Sejumlah saksi yang dipanggil dan diperiksa dalam kasus korupsi pungli SPJK ini antara lain, Endi Lim Direktur CV.Alfa Javindo Mandiri, Johanis, Direktur PT. Mitra Dua Warna dan Pisoga Tri Orta, Karyawan PT. Mitra Dua Warna.

Dalam persidangan pekerja PT.Mitra Dua Warna, Pisoga  mengatakan pada tahun 2014 lalu Pungutan Liar (Pungli) pengurusan SPJK di Dinas Perhubungan Batam itu sudah terjadi.

Besaran dana yang dipungut per satu unit kendaraan Rp650 ribu. Saat itu Kepala dinas Perhubungan Batam dijabat oleh Zulhendri.

“Kemudian sejak tahun 2018 Kadis Dishub Batam berganti dan dijabat oleh Rustam Efendi, Pungutan pengurusan SPJK kembali dinaikan menjadi Rp850 ribu,” kata Pisoga.

Kenaikan biaya SPJK senilai Rp 850 ribu per unit mobil ini lanjutnya, atas permintaan terdakwa Rustam. Dan sebelum menaikan biaya Pungutan Liar itu, terdakwa Heriyanto mengadakan pertemuan dengan sejumlah pihak di salah satu kedai kopi yang ada di Batam.

“Dalam pertemuan ini, Pak Kadis (terdakwa Rustam) meminta kenaikan pengurusan SPJK dari Rp 650 ribu menjadi Rp1 juta. Namun kami menolak dan tidak ada yang tanda tangan,” ucapnya.

Karena tidak ada yang mau menandatangani permintaan kenaikan, lanjut Pisoga, kemudian terdakwa Hariyanto membuat pertemuan kedua di kantor Dinas Perhubungan (Dishub) kota Batam.

“Saat itu saya tidak hadir, tetapi kata teman-teman biaya pengurusan SPJK akhirnya ditetapkan menjadi Rp850 ribu dan sudah tidak bisa diubah lagi,” paparnya.

Semetara itu, dua saksi lainnya Endi Lim Direktur CV.Alfa Javindo Mandiri dan Johanis, juga menyebutkan hal yang sama.

Namun sejak pengusutan Kasus Korupsi dan Pungli yang saat ini disidangkan terjadinya, pengurusan SPJK saat ini sudah digratiskan dan tidak ada lagi pungut biaya di Dinas Perhubungan Batam.

“Karena kejadian ini, Kepengurusan saat ini juga lebih cepat, 2 sampai tiga hari langsung selesainya,” sebut Mandiri dan Johanis.

Mendengar hal itu, Ketua Majelis Hakim, Eduard MP Sihaloho didampingi Hakim Anggota, Yon Efri dan Jonni Gultom kembali menunda persidangan hingga satu pekan,  dengan memerintah Jaksa Penuntut Umum (JPU)  untuk menghadirkan saksi lain dalam perkara tersebut.

Kejari Batam Belum Bersikap  

Menanggapi pengakuan sejumlah saksi atas pungutan liar yang berlangsung sejak 2014 dan melibatkan Pejabat dan mantan kepala dinas perhubungan kota Batam Zulhendri ini, Kepala kejaksaaan Negeri Batam belum melakukan pengusutan.

Sementara itu, Zulhendri sendiri, setelah tidak lagi menjadi Kepala dinas di Dishub Batam, Saat ini menjabat sebagai kepala dinas Kominfo Provinsi Kepri.

Saat dikonfirmasi atas pengakuan dan keterlibatanya dalam Pungutan liar Surat Penetapan Jenis Kendaraan (SPJK) di Dinas Perhubungan kota Batam ini, belum memberikan jawaban.

Upaya konfirmasi kepada yang bersangkutan masih terus diupayakan Media ini demikian juga kepada Kepala kejaksaan Negeri Batam.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Batan mendakwah Kepala dinas Perhubungan Batam Terdakwa Rustam Efendi dan Terdakwa Hariyanto, Didakwa Pasal berlapis atas dugaan korupsi Pemerasan dalam Jabatan.

Kedua terdakwa, disangka melanggar pasal 12 a UU Tipikor, jo pasal 55 ayat 1 ke-1 no 65 ayat kesatu KUHP. Atau kedua melanggar pasal 11 UU Tipikor jo pasal jo pasal 55 ayat 1 ke-1 no 65 ayat kesatu KUHP.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...