Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Lima Pesan Presiden Terkait Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Juli 2021

Para siswa sebuah sekolah SLTA di Tanjungpinang sedang mengikuti ujian akhir beberapa waktu lalu. (Foto: Dokumentasi/Presmedia.id).

PRESMEDIA.ID, Jakarta – Pemerintah menyiapkan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah pandemi Covid-19 pada Juli mendatang dengan ekstra hati-hati.

Ada lima pesan Presiden RI Joko Widodo terkait PTM tersebut. Pertama, pembelajaran tatap muka diharapkan hanya boleh maksimal 25 persen dari total jumlah siswa di kelas. Kedua, pembelajaran tatap muka tidak boleh dilakukan lebih dari dua hari dalam sepekan. Ketiga, setiap hari maksimal hanya dua jam (pembelajaran).

”Keempat, opsi menghadirkan anak ke sekolah tetap ditentukan oleh orang tua. Kelima, semua guru sudah harus selesai divaksinasi sebelum dimulai pembelajaran tatap muka,” kata Presiden .selepas rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Menko Perekonomian, Kapolri, Panglima TNI, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kompleks Istana Kepresidenan, baru-baru ini.

Dalam hal tersebut, Presiden menyikapi dengan serius soal model PTM di sekolah, setelah mendengarkan paparan tentang adanya kenaikan kasus Covid-19 usai libur lebaran, terutama lonjakan kasus di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dan Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Lebih lanjut Presiden meminta beberapa persyaratan mesti dipenuhi, seperti tercapainya cakupan vaksinasi Covid-19 bagi tenaga pendidik serta mematuhi aturan yang sudah ditetapkan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri.

”Tujuannya demi melindungi anak didik, guru, orang tua murid, dan masyarakat,” ujar presiden dilansir laman resmi Republik Indonesia.

Vaksinasi Tenaga Pendidik Minta Diprioritaskan.

Dalam pada itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta kepada para kepala daerah agar program vaksinasi diprioritaskan juga kepada para tenaga pendidik dan kelompok lanjut usia. Persiapan segera dilakukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk penyelenggaraan pembelajaran tatap muka secara terbatas, khususnya di wilayah zona hijau dan kuning.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Jumeri mengimbau, dinas pendidikan dan kepala sekolah agar memastikan setiap satuan pendidikan memenuhi daftar periksa yang dipersyaratkan dalam SKB empat menteri. Dana bantuan operasional sekolah (BOS) dapat dioptimalkan penggunaannya untuk persiapan PTM terbatas.

“Sekolah harus mempersiapkan standard operating procedure (SOP), melakukan sosialisasi penerapan budaya sehat dan bersih, serta melakukan upaya kolaborasi dengan fasilitas kesehatan maupun pemangku kebijakan setempat,” ujar Dirjen Jumeri.

Penulis: Redaksi
Editor: Ogawa

Comments
Loading...