Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

KEK Nongsa Mercusuar Digital Ekonomi Nasional dan Mancanegara

Menko Perekonomian Airlangga Hartanto bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat Penyerahan PP KEK Batamdi Bandara Hang Nadim Batam, Sabtu (12/6/2021).

PRESMEDIA.ID, Batam – Pemerintah Pusat melalui Menteri Perekonomian Airlangga Hartanto menargetkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa menjadi percontohan atau pilot project dan mercusuar digital ekonomi untuk nasional dan mancanegara.

Untuk mencapai target tersebut Menko Airlangga didampingi Gubernur H Ansar Ahmad dan Kepala BP Batam Muhammad Rudi menyerahkan Peraturan Pemerintah (PP) No.68 Tahun 2021 Tentang Kawasan Ekonomi Khusus Nongsa sebagai kepastian hukum untuk melakukan berbagai kegiatan investasi di wilayah KEK Nongsa.

“Dengan dikeluarkanya kepastian hukum untuk KEK Nongsa, maka pemerintah pusat memberikan target pada KEK Nongsa sebesar 4 miliar dolar Amerika,” kata Menko saat Penyerahan PP KEK Batam Aero Technic di Hall MRO Lion Group, Bandara Hang Nadim Kota Batam, Sabtu (12/6/2021).

Ditambahkannya, berbagai sektor pendukung untuk itu sudah tersedia, selain sudah memenuhi persyaratan green energi, juga ada apple akademi sebagai IT akademi, fasilitas infrastruktur lain seperti hotel dan resort, animasi center, dan infrastruktur.

”Sejauh ini, yang sudah konfirmasi langsung untuk investasi US 300 juta. Prospektif sekitar US1.5 miliar US. Dan target pemerintah pusat US 4 miliar. Dengan target 400 megawatt data center. Sehingga KEK Nongsa bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Dan juga bisa membantu pengembangan sektor pariwisata dengan monitoring bagi keamanan wisatawan,” tutur Menko Airlangga.

Menurut Menko, KEK Nongsa melengkapi KEK sebelumnya yang telah diberikan untuk Kepri yakni Galang Batang. Selain itu, ada empat KEK lagi yang sedang dalam proses. Dengan demikian, Provinsi Kepri memiliki KEK terbanyak di Indonesia.

“Kendati begitu pemerintah pusat bukan tanpa maksud dan tujuan memberikan KEK tersebut untuk Kepri. Tujuannya tentu untuk menjadikan kembali Kepri sebagai tujuan investasi bagi investor mancanegara,” jelas Menko Airlangga.

Digital ekonomi lanjut Airlangga merupakan satu-satunya kegiatan yang bisa mengakselerasi perekonomian melonjak bukan secara linier. Maka itu Presiden Joko Widodo menargetkan pada tahun 2025 digital ekonomi di Indonesia menjadi US 125 per hari ini baru tercapai 40.

KEK Nongsa juga diharapkan bisa menjadi jembatan bagi Indonesia menuju digital ekonomi dunia. Indonesia mempunyai palapa ring yang terkoneksi ke KEK Nongsa dan digital ekonomi seluruh Indonesia dan ke mancanegara.

Gubernur H Ansar Ahmad menyambut penuh semangat kepastian hukum berinvestasi di KEK Nongsa. Dengan begitu, target pertumbuhan ekonomi sebesar 3,5 persen di akhir Tahun 2021 ini bisa tercapai. PP ini untuk mendorong target pertumbuhan ekonomi di kawasan BBK (Batam, Bintan, Karimun).

Hadir pada kesempatan penyerahaan PP itu, Pangkogabwilhan I Laksdya TNI I Nyoman Gede Ariawan, hadir juga Wakil Ketua III Provinsi Kepri dr Afrizal Dachlan, Kepala BP Batam H Muhammad Rudi, Sekda Kepri TS Arif Fadillah, Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman, Danrem 033/WP Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu.

Juga tampak hadir, Danlantamal IV Tanjungpinang Laksma TNI Indarto Budiarto, Kepala Zona Kamla Maritim Barat Laksma TNI Hadi Pranoto, Danlanud RHF Kolonel Pnb Andi Widjanarko, Kajati Kepri diwakili Kasi Intel Kejari Batam Wahyu Oktaviandi, Kabinda Kepri diwakili Kabag Operasional Kolonel Komara Manurung dan Kadin Kepri Ma’ruf Maulana.

Penulis: Redaksi/Humas Kepri
Editor: Ogawa

Comments
Loading...