Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

PT Pekanbaru ‘Sunat’ Hukuman Amzon dan Azman Taufik

Korupsi IUP-OP Tambang Bauksit, Amjon dan Azman Taufiq Divonis 12 dan 9 Tahun Penjara

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru ‘sunat’ hukuman terdakwa Amzon, Mantan Kadis ESDM Kepri terdakwa Korupsi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) tambang Bauksit menjadi 8 tahun penjara dan denda Rp400 juta, subsider 4 bulan penjara.

Sebelumnya, terdakwa Amzon divonis Majelis Hakim PN Tanjungpinang dengan hukuman 12 tahun penjara, denda Rp400 juta subsider 4 bulan kurungan, tanpa Uang Pengganti (UP).

Selain itu, PT Pekanbaru juga memangkas vonis terdakwa Azman Taufik, mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Provinsi Kepulauan Riau (Pensiun) dengan hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp400 juta, subsider 4 bulan penjara.

Terdakwa Azman Taufik sebelumnya divonis Majelis Hakim PN Tanjungpinang dengan hukuman 9 tahun penjara, denda Rp400 juta subsider 4 bulan kurungan penjara, juga tanpa UP.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Eduard MP Sihaloho mengatakan berdasarkan putusan PT Pekanbaru yang diterima PN Tanjungpinang pada tanggal 14 Juni 2021 antara lain.

Pertama, perkara nomor 10/PID-SUS -TPK/2021/PT.PBR atas nama terdakwa
Terdakwa Bobby Satya Kifana (ASN Pemko Tanjungpinang) Perseroan Komanditer (Komisaris) CV Buana Sinar Khatulistiwa (BSK) dan Wahyu Budiwiyono, amar putusannya menolak permohonan banding Jaksa Penuntut Umum (JPU) tersebut.

Menguatkan putusan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, yaitu divonis 6 tahun penjara, denda Rp400 juta rupiah subsider 4 bulan kurungan.

Dengan Ketua Majelis Hakim Asli Ginting, serta didampingi oleh Majelis Hakim anggota Dasniel dan Tantowi Johari.

Kedua, perkara nomor 11/PID-SUS -TPK/2021/PT.PBR, atas nama terdakwa Junaidi, Persero Komanditer CV Dwi Karya Mandiri (DKM), menolak permohonan banding terdakwa dan JPU tersebut, serta memperbaiki putusan PN Tanjungpinang, pada 18 Maret 2012.

Dengan amar putusan, menjatuhkan hukuman pidana terhadap terdakwa Junaidi dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 3 bulan.

Selain itu menghukum terdakwa Junaidi untuk membayar Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp1,2 miliar jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 1 tahun dan 6 bulan penjara.

Putusan ini dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Asli Ginting, serta didampingi oleh Majelis Hakim Anggota, Dasniel, dan Tantowi Johari pada tanggal 4 Juni 2021.

Ketiga, perkara nomor 12/PID-SUS -TPK/2021/PT.PBR, atas nama terdakwa
Harry E Malonda, Ketua Koperasi Haluan Kelompok Tambang Rakyat Cabang Bintan dan Sugeng, menolak permohonan banding terdakwa dan JPU tersebut, serta menguatkan putusan PN Tanjungpinang.

Putusan ini dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Dasniel, serya didampingi oleh Majelis Hakim anggota Yusdirman Yusuf, Tantowi Johari, pada tanggal 4 Juni 2021.

Keempat, perkara nomor 13/PID-SUS -TPK/2021/PT.PBR, atas nama Azman Taufik, menolak permohonan banding dan JPU tersebut. memperbaiki putusan PN Tanjungpinang, dengan amar putusan, menjatuhkan hukuman dengan pidana selama 7 tahun penjara dan denda Rp400 juta, subsider 4 bulan penjara.

Putusan ini dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Asli Ginting serta didampingi oleh Majelis Hakim anggota Dasniel dan Tantowi Johari, pada tanggal 4 Juni 2021.

Kelima, perkara nomor 14/PID-SUS -TPK/2021/PT.PBR, atas nama terdakwa Djalil Mitra BUMDES Maritim Jaya Desa Air Glubi, menolak permintaan banding terdakwa dan JPU tersebut.

Memperbaiki putusan Tindak Pidana Korupsi pada PN Tanjungpinang sehingga menjatuhkan hukuman dengan pidana 4 tahun penjara dan 6 bulan penjara, serta denda Rp300 juta subsider 3 bulan penjara.

Selain itu menghukum terdakwa Djalil untuk membayar Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp878 juta, jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 1 tahun penjara

Putusan ini dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Dasniel, serta didampingi oleh Majelis Hakim anggota, Yusdirman Yususf dan Tantowi Johari, pada tanggal 4 juni 2021

Keenam, perkara nomor 15/PID-SUS -TPK/2021/PT.PBR atas nama terdakwa terdakwa Amzon, menolak permohonan banding dari terdakwa dan JPU tersebut. Serta memperbaiki putusan tindak pidana korupsi pada PN Tanjungpinang. Dengan menjatuhkan hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp400, subsider 4 bulan penjara.

Putusan ini dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Asli Ginting serta didampingi oleh Majelis Hakim Anggota Dasniel dan Tantowi Johari, pada tanggal 4 Juni 2021.

Ketujuh, perkara nomor 16/PID-SUS -TPK/2021/PT.PBR atas nama terdakwa Arif Rate, menolak permintaan banding dari terdakwa dan JPU tersebut. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Arif Rate dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp300 juta, subsider 3 bulan kurungan.

Selain itu menghukum terdakwa Arif Rate untuk membayar Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp2,3 miliar, jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 2 tahun penjara.

Putusan ini dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Dasniel serta didampingi oleh Majelis Hakim Anggita Yusdirman Yusuf dan Tantowi Johari, pada tanggal 4 Juni 2021.

Kedelapan, perkara nomor 17/PID-SUS -TPK/2021/PT.PBR atas nama terdakwa Achmad, menolak menolak permintaan banding terdakwa dan JPU, dan memperbaiki putusan Tindak Pidana Korupsi pada PN Tanjungpinang

Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan hukuman 5 tahun dan 6 Bulan, serta denda Rp300 juta subsider 3 bulan penjara. Selain itu menghukum terdakwa Achmad untuk membayar Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp2,5 miliar, jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 2 tahun penjara dan 6 bulan penjara.

Putusan ini dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Dasniel, serta didampingi oleh Majelis Hakim Anggota Yusdirman Yusud dan Tantowi Johari, pada tanggal 4 Juni 2021.

Dalam putusannya, Majelis Hakim PN Tanjungpinang menyatakan, ke-9 terdakwa korupsi IUP-OP tambang bauksit itu terbukti bersalah secara bersama-sama dengan terdakwa Amjon dan Azman Taufik (Dituntut dalam berkas perkara terpisah, red) menguntungkan diri pribadi dan orang lain dalam pemanfaatan IUP-OP tambang bauksit yang dikeluarkan terdakwa Amjon dan Azman Taufik, hingga mengakibatkan kerugian negara Rp32,4 miliar.

Kesembilan, terdakwa dinyatakan terbukti melanggar Pasal 2 jo Pasal 18 UU Nomor 30 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 KUHP dalam dakwaan Primer JPU.

Penulis: Roland
Editor: Ogawa

Comments
Loading...