Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Jaksa Terima Berkas Perkara Tersangka Oknum Lurah, Guru Ngaji dan Karyawan Toko

*Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur di Tanjungpinang

Tersangka Er oknum lurah di Tanjungpinang yang terjerat kasus pencabulan anak di bawah umur saat menyerahkan diri ke Mapolresta Tanjungpinang. (Foto: Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang baru-baru ini, telah menerima terima berkas perkara 3 tersangka inisial Me, Er dan Rzi atas kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjungpinang, Bambang Heri Purwanto mengatakan ketiga berkas perkara tersebut sudah diterima bidang tindak pidana umum (pidum).

”Saat ini berkasnya masih dilakukan penelitian terhadap kelengkapan syarat formil dan materil, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang ditunjuk adalah Bapak Rahmat Harfi Wirayanu,” kata Bambang saat dikonfirmasi Presmedia.id, Selasa (13/7/2021.

Bamabang menambahkan, apabila berkas tersebut menurut jaksa peneliti belum lengkap, maka jaksa peneliti akan memberikan petunjuk ( P18 dan P19 ) kepada penyidik untuk melengkapi berkas perkaranya tersebut.

Dalam berkas perkara itu, ketiga tersangka dijerat dengan pasal berbeda diantaranya Me, karyawan Toko Emas, dijerat dengan pasal 812 Jo pasal 76D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 dan UU Perubahannya Tentang Perlindungan Anak.

Selanjutnya, tersangka Er, oknum Lurah di Tanjungpinang dijerat dengan Pasal 82 ayat 1 Jo Pasal 76 E UU RI Nomor 17 Tahun 2016 berikut UU Perubahannya Tentang Perlindungan Anak.

“Terakhir tersangka Rzi, oknum guru ngaji melanggar Pasal 81 Ayat 2 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang RI nomor 1 Tahun 2016 Tentang perubahan kedua atas UU RI NO.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra membenarkan telah mengirimkan berkas perkara 3 tersangka pencabulan anak di bawah umur ke Kejari Tanjungpinang.

“Berkas sudah kita limpahkan ke jaksa,” singkatnya.

Sebelumnya, Polres Tanjungpinang telah menetapkan 3 tersangka kasus pencabulan terhadap korban anak dibawah umur. Dalam kasus ini, ketiga tersangka melakukan pencabulan sejak 2019 hingga 2021.

Terbongkarnya kasus ini, berawal dari kecurigaan Istri tersangka Er (oknum lurah) yang mendapati pesan bernada seksual di handphone korban. Karena curiga, sang isteri mengorek isi pesan singkat itu kepada korban.

Selanjutnya, korban dengan polosnya menceritakan semua apa yang dialami dan dilakukannya bersama oknum sang lurah, guru ngaji dan karyawan toko itu. Mendapat cerita itu, selanjutnya ibu korban melapor ke Polres Tanjungpinang. Petaka bagi sang lurah, guru ngaji dan karyawan toko, pun menimpa.

Dari penyidikan polisi, ternyata korban yang merupakan anak dibawah umur ini, telah dicabuli guru sekolahnya sejak 2019 lalu. Derita anak itu kembali berlanjut dengan ulah bejat mantan oknum lurah, yang juga mencabuli korban, demikian juga karyawan toko emas yang juga ikut menggagahinya.

Penulis: Roland
Editor: Ogawa

Comments
Loading...