Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Palsukan Surat Tanah di Bintan, Eddy Dihukum 2,6 Tahun Penjara

Sidang Terdakwa Edy Pelaku Pemalsu Surat Tanah berlangsung secara daring di PN Tanjungpinang. (Foto:Roland/presmedia.id) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis (15/7/2021) menjatuhkan vonis kepada terdakwa Eddy alias Ahon dengan hukuman 2,6 tahun penjara.

Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan pemalsuan sebanyak 8 surat keterangan tanah (SKT) Seluas 12 hektar, di Kampung Teluk Dalam RT. 001 RW 003 Dusun 2 Desa Malang Rapat-Bintan.

Putusan dijatuhkan Majelis Hakim Anggalanton Boang Manalu didampingi Hakim anggota, Guntur Pambudi Wijaya dan Tofan Husma Pattimura pada sidang virtual di PN Tanjungpinang, Kamis (15/7/2021).

Putusan terdakwa ini lebih ringan 4 bulan dari tuntutan jaksa umum yang sebelumya menuntut terdakwa dengan hukuman 3 tahun penjara.

Dalam amar putusannya, Hakim menyatakan, terdakwa terbukti bersalah membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai.

”Surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan,” ujarnya.

Terdakwa terbukti bersalah sebagaimana tertuang  dalam dakwaan primer, melanggar Pasal  263 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP.

“Menghukum terdakwa dengam hukuman penjara selama 2 tahun dan 6 bulan,” kata Angga.

Mendengar putusan itu, terdakwa yang didampingi oleh Penasehat Hukumnya, dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Eka Waruwu menyatakan pikir-pikir. Karena JPU sebelumnya menuntut terdakwa selama 3 tahun penjara.

Dalam dakwaan JPU, pada tahun 2015 berawal pada saat terdakwa bersama saksi Adrian untuk bertemu dengan saksi Amir di Warung Kopi di Teluk Bakau Kecamatan Gunung Kijang.

Di warung tersebut, Saksi Amir  menyampaikan kepada Terdakwa dan Saksi Adrian untuk menjualkan tanah milik orang tuanya yang berlokasi di Kampung Teluk Dalam RT. 001 RW. 003 Dusun 2 Desa Malang Rapat.

Beberapa hari kemudian Terdakwa dan Saksi Adruan memberitahu saksi Amir  bahwa mereka telah menawarkan tanah tersebut kepada saksi Adria Efendy dan berniat membeli lahan tersebut.

Selanjutnya saksi Adrian mengantar 2 bundel  blanko surat tanah yang kosong kepada Terdakwa dan beberapa lembar fotocopy surat tanah sebagai contoh kepada terdakwa. Kemudian Terdakwa memphoto copy surat tanah yang kosong menjadi 8  rangkap.

Terdakwa, merendam  8  rangkap fotocopy surat tanah yang kosong tersebut ke dalam baskom yang berisi air teh selama 10 menit agar surat tersebut terlihat kusam kecoklatan seperti surat-surat lama, lalu Terdakwa mengangkat surat tersebut dari dalam baskom dan meletakkannya di atas meja supaya kering.

Setelah Surat tanah tersebut kering, kemudian Terdakwa mengatasinya dengan menggunakan mesin ketik dan mengisi blanko surat tersebut sesuai dengan nama, luas, ukuran dan sempadan masing-masing surat tanah, serta cap stempel yang terdiri dari stempel camat, stempel kepala desa, stempel ketua RT, stempel ketua RW dan stempel kepala dusun dan memberikan beberapa lembar materai kepada terdakwa.

Selanjutnya Saksi Adria melakukan pembayaran uang muka (DP) sebesar Rp200 juta, yang diserahkan kepada saksi Hasim.

Penulis:Roland
Editor  :Ogawa

Comments
Loading...