Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Libur Idul Adha, Petugas PPKM Putar Balik Puluhan Kendaraan di Penyekatan Tanjungpinang-Bintan

Petugas Penyekatan saat memeriksa dan menanyakan tujuan warga melintas di penyekatan PPKM darurat (Foto:Roland/presmedia.id).

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Petugas gabungan PPKM Darurat Covi-19 kota Tanjungpinang, kembali memperketat penyekatan mobilitas warga pada hari libur Idul Adha 1442 H di perbatasan KM 16 Arah Tanjung Uban-Tanjungpinang, Selasa (20/7/2021).

Sejumlah warga Tanjungpinang yang menggunakan motor dan Mobil yang mau berlibur, dan bukan merupakan pekerja sektor esensial dan kritikal serta perorangan dengan keperluan mendesak, diminta putar balik sebagai upaya dalam mengurangi mobilitas dan pergerakan.

Perwira Pengendali (Padal) penyekatan PPKM Darurat Ipda Young Risa, mengatakan penyekatan di perbatasan KM 16 Tanjungpinang ke Bintan diperketat mengingat pada hari ini libur Idul Adha dalam mengurangi mobilitas dan pergerakan pada masa PPKM Darurat.

Sebagaimana biasanya, lanjut Young Risa, pada hari libur seperti ini kemungkinan banyak warga dari Tanjungpinang yang ingin berliburan. Namunn sebagaimana himbauan pemerintah hal tersebut dilarang dan dibatasi.

“Dari pagi sampai siang hari ini, warga yang melintas di perbatasan memang tidak terlalu ramai dibandingkan pada hari pertama penerapan PPPKM darurat,” kata Young.

Ia menegaskan, bagi pengendara yang melintas dan merupakan pekerja sektor Esensial dan kritikal dari Tanjungpinang ke Bintan dan sebaliknya, akan diberikan melintas dengan menunjukan KTP, kartu vaksin dan surat kerja.

“Tetapi kalau mereka bukan termasuk kategori itu dan untuk kepentingan pribadi dan tidak urgen kita suruh kembali putar balik,” jelasnya.

Young menambahkan jika untuk silaturahmi biasa-biasa saja, dihimbau untuk menunda terlebih dahulu dan tetap dilakukan penyekatan.

Menurutnya sampai siang ini ada puluhan  kendaran yang diminta untuk putar balik karena tidak termasuk sektor kritikal dan esensial.

“Tetapi untuk petani yang berkebun dan kepentingan umum seperti sayur-mayur, peternakan dan memiliki keterangan RT RW dan menunjukan kartu vaksin kita persilahkan lewat,” pungkasnya.

Satgas Covid-19 Keluarkan SE Pembatasan 

Sebelumnya, Satgas penanganan Covid-19 Pusat juga mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 15 tahun 2021 tentang pembatasan Mobilitas Masyarakat, Pembatasan Kegiatan Peribadatan dan pengaturan tradisi selama Hari Raya Idul Adha di masa Pandemi Covid-19.

Penerapan SE yang dikeluarkan 19 Juli 2021 itu, akan mulai efektif dilaksanakan sejak 18 sampai 25 Juli 2021 dalam membatasi kegiatan masyarakat untuk menekan laju penularan dan cluster keluarga yang menjamur.

Surat Edaran No.15/2021 sendiri mencakup aspek pembatasan mobilitas masyarakat, pembatasan kegiatan peribadatan dan tradisi selama Hari Raya Idul Adha, pembatasan kegiatan wisata, dan aktivitas masyarakat lainnya.

Kegiatan Perjalanan Dibatasi

Dalam Surat Edaran No. 15/2021 menyebutkan, kegiatan bepergian keluar daerah untuk sementara dibatasi hanya untuk pekerja sektor esensial dan kritikal serta perorangan dengan keperluan mendesak.

Keperluan mendesak seperti pasien sakit keras, ibu hamil dengan jumlah pendamping maksimal satu orang, kepentingan bersalin dengan jumlah pendamping maksimal dua orang, dan pengantar jenazah non-COVID-19 dengan jumlah maksimal 5 orang.

Pelaku perjalanan yang dikecualikan ini wajib menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) yang bisa diakses pekerja dari pimpinan di instansi pekerjaan dan untuk masyarakat dari pemerintah daerah setempat.

Untuk perjalanan antar daerah, ketentuan dokumen hasil negatif COVID-19 masih sama, yakni wajib PCR maksimal 2×24 jam untuk moda transportasi udara dan PCR/rapid antigen maksimal 2×24 jam untuk moda transportasi lainnya kecuali di wilayah Aglomerasi.

Selain itu, ketentuan dokumen tambahan khusus perjalanan dari dan untuk ke Pulau Jawa dan Bali wajib menunjukkan sertifikat vaksin dosis pertama pun masih berlaku, kecuali untuk kendaran logistik dan pelaku perjalanan dengan kategori mendesak.

Dalam situasi yang belum cukup terkendali, perjalanan oleh anak atau orang dengan usia di bawah 18 tahun dibatasi terlebih dahulu atau diminta untuk tidak melakukan perjalanan lebih dahulu.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi 

Comments
Loading...