Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Ini Capaian Kinerja Kejati Kepri Selama Satu Semester

Kajati Kepri Hari Setiyono saat konferensi pers tentang kinerja Kejati Kepri satu semester terakhir. (Foto: Roland/Presmedia.id).

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau mengumumkan capaian dan kinerja dari seluruh bidang selama satu semester dari Januari hingga Juni 2021.

KInerja ini meliputi seluruh Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) di wilayah hukum Kejati Kepri.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri, Hari Setiyono menjelaskan, pengumuman capaian kinerja satu semester ini, juga disejalankan dengan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 dan Hari Ulang Tahun Ikatan Adhyaksa Dharmakarini ke XXI di Kejati Kepri.

Hari memaparkan, khusus untuk kinerja di Bidang Intelijen, pihaknya belum bisa menyampaikannya secara utuh, sesuai yang diterima laporan masyarakat. Namun semua informasi yang diterima dari masyarakat, telah ditindaklanjutinya.

”Baik itu masih bersifat klarifikasi, operasi intelijen maupun tahap pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket). Jadi di bidang intelijen sifatnya masih indikasi, semua laporan kami pasti tindak lanjuti,” kata Hari Setiyono saat konferensi pers, Rabu (21/7/2021).

Sebagai contoh, lanjut Hari, untuk Bidang Intelijen Kejati Kepri, kasus dugaan bantuan sosial (bansos) fiktif, kasus PT. Mangrove Industry Park Indonesia (MIPI). Selanjutnya, bidang Intelijen Kejari Tanjungpinang, pulbaket dugaan korupsi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang.

”Sedangkan untuk bidang intelijen di Kejari Batam, yang ditangani dugaan korupsi di BP Batam, dan PLN Bright Batam. Intelijen Kejari Tanjungbalai Karimun, dugaan korupsi Alat Kesehatan di RSUD Karimun. Sementara, di Kejari Natuna, Lingga dan Bintan saat ini dugaan korupsi dana desa,” kata Hari.

Sementara itu, untuk Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Kepri, saat ini masih dalam tahap penyidikan dugaan korupsi dana tunjangan perumahan bagi pimpinan dan anggota DPRD 2011 sampai 2015.

“Kami juga masih menyelesaikan tunggakan korupsi tunjangan perumahan DPRD Natuna, kasusnya sudah dilakukan supervisi, masih dalam proses melengkapi berkas perkara. Mudahan-mudahan secepatnya selesai. Apakah nantinya dihentikan apakah dinaikan penuntutan,” paparnya.

Selanjutnya, kasus dugaan korupsi tukar guling lahan milik Radio Republik Indonesia (RRI) Tanjungpinang, juga tidak luput jadi sorotan Kejati Kepri.

”Kasus dugaan korupsi di BUMD Tanjungpinang oleh Pidsus Kejari Tanjungpinang juga sudah dalam tahap penyidikan. Sementara yang sudah masuk tahap penuntutan adalah dugaan korupsi BPHTB di BP2RD Tanjungpinang,” jelas Hari.

Sementara Pidsus Kejari Batam, saat ini dalam proses persidangan kasus Pungutan Liar (Pungli) Dishub Batam. Selanjutnya, di Kejari Karimun saat ini dalam persidangan dugaan korupsi di PDAM Tanjungbalai Karimun.

Selanjutnya dugaan korupsi IUP-OP tambang bauksit Rp32,5 miliar. Hingga kini, Kejati Kepri masih melakukan upaya hukum dengan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

“Untuk kasus IUP-OP tambang bauksit ini, kita bisa menyelamatkan kerugian negara sebanyak Rp7,6 miliar. Dan kasus ini masih dalam pengembangan,” ucapnya.

Sementara untuk bidang Tindak Pidana Umum (Pidum), dibagi dalam 4 kategori yakni, Pidum Lainnya, Narkotika, Terorisme, terkait tindak pidana orang dan harta benda.

“Kasus Pidum lainnya 60, Narkotika 58 dan Terorisme 4 kasus,” katanya.

Selain itu, Kejati Kepri juga telah mengeksekusi barang bukti kasus illegal fishing, berupa kapal asing yang dirampas untuk dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan di laut, diantaranya 10 Kapal di Batam dan 10 Kapal di Natuna.

”Kapal-kapal itu, ditenggelamkan agar ramah lingkungan dan tidak merusak biota laut,” pungkasnya.

Penulis: Roland
Editor: Ogawa

Comments
Loading...