Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Sepanjang 2021 Kejati Kepri Terima 134 Berkas Pidum Dari Penyidik, 25 SPDP Belum Ditindak Lanjuti Penyidik

*Dari 159 SPDP, 134 Ditindak Lanjuti Dengan Bekas, 25 SPDP Belum Ditindaklanjuti Dengan Berkas     

Kepala kejaksaan Tingi Kepri Hari Setiyono (Foto: Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Kejaksaan Tinggi Kepri menyatakan dari 159 jumlah Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang diterima Jaksa dari Penyidik Kepolisian sepanjang Januari-Juni 2021, 134 diantaranya telah ditindak lanjuti dengan Berkas Perkara tahap Pertama.

Sementara sisanya, sebanyak 25 SPDP, hingga saat ini Berkas perkaranya belum dikirimkan atau dilimpahkan penyidik Kepolisian untuk dilakukan Penuntutan.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Hari Setiyono mengatakan, dari 159 jumlah SPDP perkara yang dikirimkan penyidik Polri, dibagi pada 4 kategori yaitu, Tindak Pidana Orang dan harta Benda (Oharda) yang melanggar KUHP, kemudiaan Tindak Pidana Umum Lainya (TPUL) yang melanggar KUHP dan UU lainnya, serta Tindak Pidana Narkotika dan Tindak Pidana Terorisme.

“Dari 159 SPD yang kami terima di Pidum, baru 134 SPDP yang tindak lanjutnya kami terima dengan Berkas Perkara atau tahap pertama yang sudah dilimpahkan penyidik ke Kejaksaan untuk ditelaah. Sedangkan sisanya sebanyak 25 SPDP, hingga saat ini belum ditindaklanjuti penyidik dengan berkas,” ujarnya merujuk data penanganan kasus di Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Kepri 2021.

Adapun jumlah masing-masing SPDP tindak pidana Umum dalam 4 kategori meliputi, sebanyak 37 SPDP Tindak Pidana Orang dan Harta benda yang melanggar (KUHP). Tindak lanjut Berkas atau tahap I sebanyak 29 berkas, dinyatakan P21 atau berkasnya dinyatakan lengkap sebanyak 16 berkas, dan Tahap II penyerahan barang bukti dan tersangka sebanyak 16 berkas.

Dengan demikian, ada 9 SPDP kasus Pidana Umum tindak pidana orang dan harta Benda yang Berkas Perkaranya belum dilimpahkan Penyidik Kepolisian ke Kejaksaan.

Bidang Tindak Pidana Umum Lainya (TPUL) Kejaksaan tinggi Kepri juga menerima 60 SPDP dari penyidik Kepolisian, Yang ditindaklanjuti dengan berkas perkara Tahap satu sebanyak 28 kasus, dilimpahkan dan dinyatakan lengkap (P21) sebanyak 22 kasus dan tahap II atau (P22) sebanyak 20 kasus.

Dari Jumlah ini juga ada sebanyak 32 SPDP penyidik Kepolisian yang belum ditindaklanjuti dengan Berkas. Sebanyak 32 kasus yang belum (P21) dan 40 kasus yang barang bukti dan tersangkanya belum diserahkan Penyidik ke Kejaksaan Tinggi Kepri.

Dalam tindak Pidana Narkoba, Jaksa penuntut di Kejaksaan Tinggi Kepri juga menerima 58 SPDP dari Polda Kepri dan BNN. Ditindak lanjuti dengan Berkas perkara sebanyak 74 kasus, Berkas perkara dinyatakan lengkap atau (P21) sebanyak 64 kasus.

Namun tersangka dan barang bukti dalam Tahap II atau (P22) yang diserahkan Penyidik ke Jaksa Penuntut baru 57 kasus.

Dari 58 jumlah SPDP Penyidik ini terdapat penambahan tersangka dan berkas perkara sebanyak 16 Bekas, demikian juga penambahan 6 Bekas perkara yang dinyatakan Lengkap atau (P21) serta 1 satu berkas yang belum dilimpahkan tersangka dan barang buktinya oleh Penyidik.

Tindak pidana Terorisme, Kejaksaan Tinggi Kepri juga menerima 4 SPDP, penyerahan berkas tahap pertama 3 kasus, dinyatakan P21 atau lengkap 3 kasus dan ditindak lanjuti dengan penyerahan tersangka dan barang bukti atau tahap II (P22) sebanyak 3 kasus.

Saat ini tinggal satu berkas yang belum dikirimkan Penyidik untuk dilakukan penuntutan.

Sebagai proses akhir dalam kasus Tindak Pidana Umum Lainya (TPUL) lanjut Hari, Kejaksaan tinggi Kepri juga melakukan pemusnahan 10 barang bukti kapal dalam kasus illegal fishing di Batam, serta 10 barang bukti kapal kasus illegal fishing di Natuna sebagai mana amar putusan Pengadilan yang menyatakan merampas dan memusnahkan barang Bukti illegal fishing tersebut.

“Sampai saat ini kami akui masih banyak kapal Barang bukti yang akan dimusnahkan dan akan dilakukan pemusnahan sesuai dengan putusan pengadilan,” ujarnya.

Penulis:Redaksi
Editor :Redaksi

Comments
Loading...