Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Ini Sejumlah Kasus Dugaan Korupsi Yang Dilidik Jaksa di Kepri

Kepala kejaksaan Tingi Kepri Hari Setiyono (Foto: Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Selain melaksanakan kegiatan Bakti sosial sempena Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) kejaksaan ke-61 tahun 2021, Kejaksaan Tinggi Kepri juga melakukan evaluasi dan capaian kinerjanya selama semester satu Januari-Juni 2021.

Kepala kejaksaan Tinggi Kepri Hari Setiono mengatakan, di Bidang Intelijen di seluruh wilayah Hukum Kejati Kepri, telah menindaklanjuti sejumlah laporan masyarakat atas indikasi dugaan korupsi,

“Semua LP masyarakat itu, hingga saat ini masih terus ditindak lanjuti, dan setelah ada Pengumpulan data dan keterangan (Pulbaket) akan diverifikasi apakah ada unsur melawan hukum atau tidak pada dugaan korupsi yang dilaporkan,” ujarnya.

Di Kejaksaan tinggi Kepri, kata Kejati pihaknya dari tim Intelijen juga sedang melakukan Pulbaket Lid, atas dugaan korupsi Bansos fiktif, Kemudaan Investasi diluar kawasan FTZ PT.MIPI.

Di kejaksaan Negeri Tanjungpinang tim Intelijen juga sedang melakukan Penyelidikan atas dugaan korupsi dana BUMD.

Kejaksaan Negeri Batam tim intelijennya juga sedang melakukan penyelidikan (Pulbaket Lid) laporan masyarakat atas dugaan korupsi di Balai Wilayah Sungai, BP.Batam dan Bright PLN.

Kejaksaan Negeri Karimun tim Intelijen juga melakukan penyelidikan Pulbaket Lid dugaan korupsi pengadaan Alkes RSUD. Kejari Natuna Dugaan Korupsi Dana Desa, Kejaksaan Negeri Lingga dugaan korupsi Dana Desa, serta kegiatan Pulbaket Lid dana APBD di Cabang Kejaksaan.

“Namun seluruh Pulbakelid yang dilakukan ini, sifatnya masih indikasi. Makanya diperlukan Pengumpulan data dan keterangan dalam rangka penyelidikan (Pulbaket Lid). Belum tentu benar, Dan jika ditemukan ada indikasi korupsi maka akan ditindak lanjuti ke bagian Pidana Khusus untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan,” sebutnya.

Bidang pengawasan Terpadu lanjut Hari, Intelijennya juga melakukan kerjasama dengan Inspektorat, Kepolisian dan BPMD dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan serta pelaporan dalam mengawal dana desa di Kepri. Tujuannya, agar realisasi dan penggunaan dana desa tersebut bermanfaat dan dapat digunakan dengan tepat guna untuk pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Bidang pengawasan, Pihak kejaksaan Tinggi Kepri, juga mengaku telah menindak 3 Pegawai dan Jaksa di wilayah hukum Kejaksaan tinggi Kepri atas kesalahan Pidana disiplin, dan bahkan memproses secara Pidana oknum pegawai TU Kejaksaan atas dugaan pemerasan pada kepala desa atas dugaan korupsi dana desa.

“Jadi kami tidak pandang bulu, kalau ada pegawai yang bermasalah dan melanggar disiplin akan tetap kami tidak melalui Asisten Pengawasan. Bahkan oknum Pegawai yang mengatasnamakan Jaksa, yang melakukan pemerasan juga kami proses sebagaimana aturan yang berlaku,” tegasnya.

Penulis:Redaksi
Editor :Redaksi

Comments
Loading...