Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Covid-19 Melonjak, Tanjungpinang-Batam Ditetapkan PPKM Level 4

Gubernur Kepulauan Riau, H Ansar Ahmad.(Foto: Istimewa/Humas Kepri)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad menetapkan Kota Batam dan Tanjungpinang sebagai daerah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Sedangkan, Kabupaten Bintan dan Natuna PPKM di level 3.

Penetapan tersebut berdasarkan Surat Edaran (SE) Gubernur Kepulauan Riau Nomor 543/SET-STC19/VII/2021 tentang perpanjangan PPKM berbasis mikro dan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan yang berlaku efektif mulai 21-25 Juli 2021.

Dalam SE tersebut diatur, untuk PPKM level pelaksanaan kegiatan belajar mengajar baik di sekolah, perguruan tinggi, serta formal dan informal dilakukan secara daring. Kemudian, pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 100 persen dari rumah atau work from home (WFH).

Sementara, kegiatan kegiatan sektor esensial, seperti keuangan dan perbankan, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, industri orientasi ekspor maksimal diberlakukan 50 persen WFO dengan protokol kesehatan.

Sedangkan, esensial pada sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya diberlakukan maksimal 25 persen WFO dengan protokol kesehatan secara ketat.

Selanjutnya, untuk sektor kritikal seperti energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan dan minuman serta penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari boleh diberlakukan 100 persen staf di kantor, namun tetap dengan protokol kesehatan secara ketat.

Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Sementara, untuk apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam.

Lalu, pelaksanaan kegiatan makan/minum ditempat umum, mulai dari warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan, baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan hanya diperbolehkan menerima delivery/take away dan tidak menerima makan ditempat (dine-in).

Kemudian, tempat ibadah seperti, Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah ditutup sementara.

Begitu juga fasilitas umum berupa area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya juga ditutup sementara. Termasuk kegiatan seni, budaya, olahraga, sosial kemasyarakatan, hingga resepsi pernikahan ditiadakan sementara.

Selain itu, pada sektor transportasi umum dibatasi dengan kapasitas maksimal 60 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat. Pelaku perjalanan domestik juga menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi dosis pertama. Sementara, pengguna transportasi udara wajib menunjukkan PCR masa berlaku maksimal 2 hari, atau Antigen maksimal satu kali 24 jam.

Sementara untuk, PPKM level 3 (Bintan-Natuna) penerapannya hampir sama dengan kriteria level 4. Hanya saja pengaturan kapasitas orangnya agak dikendorkan. Seperti, untuk aktivitas kegiatan perkantoran tetap diperbolehkan, namun hanya 25 persen saja. Kemudian, pada sektor esensial dan kritikal tetap diperbolehkan 100 persen, namun tetap menerapkan protokol kesehatan.

Selanjutnya, untuk kegiatan usaha warung makan, minum hingga restoran juga diperbolehkan makan ditempat dengan kapasitas maksimal 25 persen dan jam operasionalnya dibatasi hingga pukul 17.00 WIB.

Pelaksanaan kegiatan ibadah di tempat-tempat peribadatan juga diizinkan dengan kapasitas 50 persen dan menerapkan protokol kesehatan.

Penulis: Ismail
Editor: Ogawa

Comments
Loading...