Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Polda Kepri Sebut Berkas 25 SPDP Kasus Pidana Umum Masih Dalam Penyidikan

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Hary Goldenhardt (Foto: Roland/ Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kepolisian Daerah (Polda) Kepri mengatakan sejumlah kasus tindak Pidana Umum yang SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan-red) telah dikirimkan ke Kejaksaan, hingga saat ini masih dalam proses penyidikan.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Hary Goldenhardt melalui wakil Direktur Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri AKBP.Ruslan Abdul Rasyid, mengatakan belum ditindaklanjutinya 25 SPDP yang dikirim ke Kejaksaan Tinggi Kepri dengan Berkas Perkara itu bukan karena kasusnya SP3 atau dihentikan, Tetapi, seluruhnya masih dalam proses penyidikan Penyidik Polda Kepri.

“Tidak ada yang kami hentikan atau (SP3), Jika berkasnya belum ditindaklanjuti Penyidik, artinya kasus tersebut masih dalam penyidikan,” ujarnya menjawab konfirmasi PRESMEDIA atas data dan jumlah SPDP Kasus Pidana umum yang belum ditindak lanjuti penyidik Polda dengan Bekas Perkara ke Kejaksaan Tinggi Kepri, Kamis (22/7/2021).

Ruslan juga beralasan, Kondisi Covid-19 dan diterapkannya PPKM Darurat di Batam serta banyaknya anggota penyidik Polda Kepri yang terpapar Covid, juga menjadi kendala dalam melakukan penyidikan atas sejumlah kasus yang SPDP-nya itu telah dikirimkan ke Jaksa Penuntut Kejaksaan tinggi Kepri.

“Intinya kami tetap akan tindak lanjuti dan saat ini masih dalam penyidikan, Dan jika nanti dilakukan penghentian atau SP3, Kami sebagai penyidik juga akan menyampaikan ke Jaksa Penuntut Umum,” sebutnya.

Sebelumnya berdasarkan data evaluasi penanganan Perkara tindak Pidana umum, kejaksaan Tinggi Kepri mengaku telah menerima 159 SPDP dari penyidik Polda Kepri, BNN, dan Penyidik lainya sepanjang Januari-Juni 2021.

Namun dari jumlah tersebut, baru sebanyak 134 SPDP kasus yang telah ditindaklanjuti penyidik dengan Berkas Perkara tahap Pertama. Sementara sisanya, sebanyak 25 SPDP hingga saat ini, Berkas perkaranya belum dikirimkan atau dilimpahkan penyidik Kepolisian ke Kejaksaan untuk dilakukan Penuntutan.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Hari Setiyono mengatakan, dari 159 jumlah SPDP perkara yang dikirimkan penyidik Polri, dibagi pada 4 kategori yaitu, Tindak Pidana Orang dan harta Benda (Oharda) yang melanggar KUHP, kemudiaan Tindak Pidana Umum Lainya (TPUL) yang melanggar KUHP dan UU lainnya, serta Tindak Pidana Narkotika dan Tindak Pidana Terorisme.

“Dari 159 SPD yang kami terima di Pidum, baru 134 SPDP yang tindak lanjutnya kami terima dengan Berkas Perkara atau tahap pertama yang dilimpahkan penyidik ke Kejaksaan. Sedangkan sisanya sebanyak 25 SPDP, hingga saat ini belum ditindaklanjuti penyidik dengan berkas,” ujarnya merujuk data penanganan kasus di Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Kepri 2021.

Adapun jumlah SPDP tindak pidana Umum dikategorikan kedalam 4 kelompok, terdiri dari 37 SPDP Tindak Pidana Orang dan Harta benda yang melanggar (KUHP). Jumlah tindak lanjut Berkas atau tahap I sebanyak 29 berkas, dinyatakan P21 atau berkasnya lengkap sebanyak 16 berkas, dan Tahap II atau penyerahan barang bukti dan tersangka sebanyak 16 berkas.

Dengan demikian, masih ada 9 SPDP kasus Pidana Umum tindak pidana orang dan harta Benda yang Berkas Perkaranya belum dilimpahkan Penyidik Kepolisian ke Kejaksaan.

Bidang Tindak Pidana Umum Lainya (TPUL) Kejaksaan tinggi Kepri juga menerima 60 SPDP dari penyidik Kepolisian. Yang ditindaklanjuti dengan berkas atau Tahap satu sebanyak 28 kasus, dilimpahkan dan dinyatakan lengkap (P21) sebanyak 22 kasus dan tahap II atau (P22) sebanyak 20 kasus. Sedangkan sisanya 32 SPDP lainya, penyidik Kepolisian belum menindak lanjuti dengan Berkas Perkara.

Penulis:Redaksi
Editor  :Redaksi  

Comments
Loading...