Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Evaluasi PPKM Darurat, Jumlah Positif Covid Tanjungpinang Lebih Mengkhawatirkan Dari Pada Batam

*Dalam 100 ribu Penduduk Tanjungpinang Terdapat 417 Positif Covid-19 

Wali kota Tanjungpinang dan wakil wali kota Bersama Kapolres Tanjungpinang saat menggelar Rapat Penerapan PPKM Darurat di Kota Tanjungpinang 12-20 Juli lalu (Foto:dok-Presmedia,id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Angka penyebaran Positif Covid di dua kawasan PPKM Darurat kota Batam dan kota Tanjungpinang selama PPKM Darurat masih terus meningkat.

Bahkan dari data evaluasi Satgas Covid Pusat dan Provinsi Kepri, Berdasarkan jumlah penduduk, angka penularan Covid-19 di Kota Tanjungpinang lebih tinggi dan lebh berbahaya dari jumlah positif Covid di kota Batam.

Wakil Ketua harian Satgas Covid Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana, mengatakan penularan Covid Tanjungpinang saat ini berdasarkan rasio jumlah penduduk, kondisinya 417 per 100,000 orang penduduk atau dari 100 ribu penduduk dalam satu kawasan di kota Tanjungpinang terdapat 417 orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Sementara kota Batam, kondisinya 170 orang per 100 ribu penduduk atau dari 100 ribu penduduk dalam satu wilayah di kota Batam terdapat 170 orang yang positif Covid-19.

Sedangkan batas rete Level 4 PPKM Mikro pandemi Covid yang ditetapkan Pemerintah Pusat bagi suatu daerah, adalah 10 orang per 150 penduduk atau dalam satu wilayah yang dihuni 150 penduduk terdapat 10 orang warga positif Covid-19.

“Dengan kata lain, walaupun jumlah positif Covid Batam lebih tinggi, tetapai jika dibandingkan dengan jumlah penduduk, kota Tanjungpinang lebih mengkhawatirkan. Jika kota Batam mampu menurunkan 25 kasus positif saja per hari dari 1 juta lebih jumlah penduduknya, maka sudah bisa masuk dalam Level 3 atau zona Orange, dibandingkan Tanjungpinang yang harus menurunkan positif Covid-19 nya yang lebih besar lagi,” ujar Tjetjep.

Data occupation rate ini lanjut Tjetjep, saat ini tidak lagi hanya berdasarkan angka kumulatif atau absolut mengenai jumlah positif Covid-19 saja, Namun sudah dihitung berdasarkan jumlah penduduk dan kepadatan dalam suatu wilayah.

Evaluasi lainya lanjutnya, adalah Indikator BOR atau (Bed Occupation Rate) keterisian Tempat Tidur pasien Covid-19 di Rumah sakit selama kurun waktu satu minggu di masing-masing daerah.

Untuk kota Tanjungpinang hingga saat ini BOR RS-nya diatas 90 Persen, sementara Batam hanya 80 Persen, Artinya tingkat keterisian dari ketersediaan tempat tidur di RS di Tanjungpinang lebih tinggi dibanding kota Batam.

Kemudian Testing dan Tracing, hingga saat ini di dua daerah yang menerapkan PPKM Darurat, Batam dan Tanjungpinang belum berjalan dengan baik dan masih dibawah target rasio yang ditetapkan satgas pusat.

Selama ini lanjutnya Tracing yang dilakukan tim Medis penanganan Covid-19 di Tanjungpinang dan Batam, hanya dua kali lipat dari Kasus terkonfirmasi positif Covid. Sehingga, positif rate yang terdeteksi positif rata-rata hanya 50 persen, Padahal untuk keluar dari zona Level 4 itu harus rata-ratanya harus dibawah 25 persen.

Harusnya, lanjut mantan Kepala dinas Kesehatan ini, sesuai dengan Inmendagri 17 juga sudah diarahkan, Tracing di Batam itu minimal harus 3.300 per hari dan Tanjungpinang satu hari minimal 400 orang lebih yang harus ditracking.

“Artinya dengan pelaksanaan tracing ini, semakin banyak warga yang di tracing, akan semakin banyak kasus yang terdeteksi dan penanganannya dapat dilakukan dengan cepat, melalui pengamanan dan karantina Mandiri atau karantina Terpadu guna menghindari penyebaran” ujarnya.

Sebaliknya kata Tjetjep, Kalau semakin sedikit yang di tracing, apa lagi dalam satu kasus terkonfirmasi positif rat-ratanya hanya 2-3 orang saja, bagaimana mendeteksi penyebaran lainya?.

“Oleh karena itu, melalui Instruksi Presiden, Menkiu dan Menkes, serta Mendagri dan ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Gubernur, pelaksanaan Tracing tidak harus diwajibkan tesnya menggunakan PCR, tetapi bagi daerah yang tidak mampu bisa menggunakan Tes Antigen,” ujarnya.

Hal ini lanjutnya, menjadi evaluasi dalam pelaksanaan PPKM Darurat dan yang harus dilakukan pada PPKM Level 4 di Tanjungpinang dan Batam sehingga positif Covid di Kepri dapat lebih cepat ditekan.

Selain itu, kata Tjetjep selama PPKM Darurat Tanjungpinang dan Batam sejak 12-20 Juli 2021, juga dideteksi sebanyak 140 warga positif Covid-19 di seluruh penyekatan Pelabuhan melalui diagnosis rapid test antigen.

Pada PPKM Level 4 Batam dan Tanjungpinang, sebagaimana Inmendagri dan ditindaklanjuti dengan SE Gubernur, instruksinya juga sama seperti PPKM Darurat sebelumnya.

“Cuman dalam Inmendagri dan SE Gubernur pada PPKM Level 4 Batam dan Tanjungpinang ini, diberi kelonggaran dan inovasi kebijakan pada Kepala Daerah (Walikota-red) Jika memang suatu kondisi atau keadaan merupakan suatu karakteristik daerah yang memiliki peranan penting, dipersilahkan berimprovisasi dalam mengambil kebijakan yang tentunya tetap sesuai dengan aturan dan mekanisme, dan disiplin Prokes betul-betul dilakukan,” sebutnya.

Di Tempat terpisah, Koordinator Lapangan (Korlap) Komunikasi Informasi dan Edukasi Satgas PPKM daerah Kota Tanjungpinang H Dadang AG, mengatakan, dari evaluasi yang dilakukan atas pemberlakukan PPKM Darurat, Ketaatan masyarakat terhadap SE PPKM Darurat wali kota masih cenderung lemah, hingga pihaknya dari Satgas PPKM terus memberikan edukasi dan sosialisasi.

Namun demikian, Dadang juga memastikan tidak satupun warga atau tempat usaha yang ditindak, apa lagi mempidanakan hingga ke jalur hukum sebagaimana yang terjadi daerah lain.

“Sampai saat ini belum ada yang kita tindak, dan kami fokuskan ke pemberiaan Edukasi dan sosialisasi,” ujarnya Kamis (22/7/2021).

Pemko Bantah Testing dan Tracing Covid di Tanjungpinang Lemah

Sementara terkait dengan upaya Testing dan tracing sebagaimana hasil evaluasi Satgas Pusat dan Provinsi Kepri yang dinyatakan masih lemah, yang mengakibatkan penyebaran Covid di Tanjungpinang lebih berbahaya daripada Batam, Dadang membantahnya.

Ia mengatakan, hingga Kamis (22/7/2021) kemarin terdapat 1.669 orang warga yang melakukan isolasi mandiri (soman) setelah dinyatakan positif Covid-19 dari tracing dan testing yang dilakukan.

Jumlah itu, sebut Dadang, dipastikan akan terus bertambah seiring dengan gencarnya upaya tracing yang dilakukan Satgas Covid.

“Jadi kalau satu terkonfirmasi positif, selanjutnya hanya dua orang yang di tracing itu tidak benar. Dan jika satu warga terkonfirmasi positif, banyak warga yang di tracing. Pokoknya, jumlah yang di tracing mendekatlah sesuai arahan dan target,” kata Dadang.

Sedangkan untuk BOR ketersediaan Tempat Tidur bagi pasien Covid di RS Tanjungpinang, Dadang mengatakan, saat ini sudah ditambah di RS Tanjungpinang sekitar 40 Bed atau tempat tidur.

Penulis:Redaksi
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...