Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Satgas Sebut Angka Sembuh Covid-19 di Kepri Meningkat

Gubernur Kepri Ansar Ahmad (Foto:Dokumentasi/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Satgas Penanganan Covid-19 Kepri mencatat tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan peningkatan. Per Selasa 27 Juli 2021 angka pasien sembuh bertambah 666 orang.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan penambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 656 kasus pada hari yang sama.

Sehingga, secara kumulatif jumlah kasus aktif saat ini sebanyak 6.653 orang. Kendati demikian, peningkatan kasus korban meninggal akibat Covid-19 menunjukkan penambahan yang signifikan.

Pada periode yang sama angka korban meninggal dunia bertambah 35 orang. Sehingga total korban meninggal sementara saat ini sebanyak 1.086 orang.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengungkapkan sejak diterapkannya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sekitar 3 pekan belakangan penyebaran Covid-19 mulai bisa ditekan.

Hal tersebut ditunjukkan semakin menurunnya angka terkonfirmasi positif dan semakin meningkatnya angka sembuh belakangan ini.

“Saya pikir PPKM ini sudah mulai efektif. Karena, kalau dilihat Grafik-nya memang di awal PPKM sempat meninggi hingga 900 angka positif dalam satu hari. Namun, seiring dengan waktunya angka penambahan tersebut terus berkurang hingga 500 sampai 600 per hari,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia meminta kabupaten/kota dapat memaksimalkan upaya testing dan tracing untuk mengetahui penyebaran Covid-19.

Selain itu, lanjut Ansar,meningkatnya korban meninggal dunia akibat Covid-19 belakangan ini disebabkan masih kurangnya treatment dan kesadaran masyarakat.

Selama ini, imbuh Ansar, banyak warga atau korban yang terkonfirmasi positif kurang menyadari gejalanya dan meminta isolasi mandiri di rumah. Kemudian, setelah gejala itu terasa berat, baru dibawa ke rumah sakit hingga meninggal dunia.

“Kalau kasus meninggal dunia problem treatment kita. Setelah saya cek kenapa angka meninggal dunia tinggi, karena kebanyakan ada yang terkonfirmasi positif enggan ke rumah sakit, tapi setelah terlalu berat baru dirawat,” jelasnya.

Ansar mengatakan, seharusnya warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 cepat di screening dan mendapat perawatan. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui seberapa parah gejala pasien yang terpapar tersebut.

Kemudian, pihak rumah sakit yang bisa menentukan apakah pasien terkonfirmasi positif itu harus menjalani perawatan di rumah sakit, karantina terpadu, atau isolasi mandiri.

Penulis: Ismail
Editor: Ogawa

Comments
Loading...