Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Surijon Mengaku Tak Sadar Lakukan KDRT Hingga Istrinya Buta dan Lumpuh

Sidang lanjutan virtual kasus KDRT dengan terdakwa Surijon alias Anam di PN Tanjungpinang, Selasa (3/8/2021). (Foto: Roland/Presmedia.id).

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Terdakwa kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) Surijon alias Anam (35), mengakui telah menganiaya istrinya hingga lumpuh dan buta. Namun, terdakwa beralibi bahwa semua yang dilakukannya di bawah alam sadarnya.

Pengakuan terdakwa ini terungkap pada agenda sidang lanjutan mendengarkan keterangan terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa(3/8/2021).

Dalam persidangan Surijon mengaku awalnya ia tinggal bersama nenek, istri dan seorang anak perempuanya di Perumahan Garden View Desa Sebong Pereh Kecamatan Teluk Sebong-Bintan.

“Waktu itu nenek saya bilang ada yang masuk laki-laki ke rumah, saya kira selingkuh,” kata Surijon.

Lebih lanjut, Surijon juga mengaku bahwa telah memukul istrinya sebanyak 2 kali, pertama menggunakan sapu dan tangan tetapi tidak ingat berapa kali istrinya dipukul.

Surijon juga mengakui bahwa telah memukuli kaki, wajah dan kepala istrinya, serta mengikatnya dengan tali rafia di tiang, ketika terdakwa pergi ke luar rumah dan mengurung nenek, istri dan anaknya di dalam rumah.

“Saya tempeleng dengan kedua tangan kosong, mukanya 2 kali, gak keluar darah saat saya tempeleng,” jelasnya.

Namun yang anehnya, sebut terdakwa, saat melakukan kekerasan itu ia mengaku tidak merasa kasihan sedikitpun kepada istrinya, karena perbuatan kejinya itu ia lakukan tanpa sadar tetapi setelah selesai baru terdakwa mengaku sadar.

“Saya tidak sadar ketika memukuli istri saya. Tetapi setelah itu saya sadar,” kata Surijon tampak seperti orang linglung.

Menurutnya penganiayaan ini tidak hanya terjadi pada istri yang keduanya, tetapi penganiayaan ini juga dilakukan pada istri pertamanya terdahulu.

Surijon juga tidak membantah bahwa barang bukti yang diperlihatkan oleh JPU seperti kawat, gelas, pisau, obeng dan lainnya digunakan sebagai alat untuk menganiaya istrinya.

Ia menyebutkan, untuk barang bukti gelas awalnya dirinya ingin membuat kopi dan mengambil air panas. Selanjutnya gelas dan air panas itu ia siramkan pada istrinya karena diduga selingkuh.

“Kalau pisau untuk gertak saja, tidak ada ditusuk. Obeng untuk pecahin gigi istri saya, karena dipukul giginya patah dan setelah itu giginya saya pecahin dengan obeng,” ucapnya tanpa muka penyesalan.

Mendengar itu Ketua Majelis Hakim, Bungaran Pakpahan yang didampingi oleh Majelis Hakim Anggota menunda persidangan selama satu pekan dengan memerintahkan JPU untuk membuat tuntutan.

Sebelumnya Korban Pujiati (30) mengaku sudah tidak tahan dengan kelakuan suaminya terdakwa Surijon alias Anam (35) yang sejak 2018 lalu, menganiaya dan melakukan kekerasan terhadap dirinya.

Bahkan, kekejaman Anam hingga saat ini membekas di tubuh Pujiati yang mengakibatkan dirinya lumpuh dan matanya rusak akibat dipukuli terdakwa. Demikian juga Jari korban terlihat bekas puntung rokok akibat disundut dan dipotong suaminya.

Penulis: Roland
Editor: Ogawa

Comments
Loading...