Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Korupsi Dana BUMD Bintan, Mantan Dirut dan Kadiv Keuangan Dihukum 5 dan 4 Tahun Penjara

Dua Terdakwa Korupsi dana DJPI BUMD Bintan Risalasih dan Teddy Ridwan dihukum 5 dan 4 tahun pejara oleh Hakim Tipikor PN Tanjungpinang. (foto:Roland/ presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Mantan Direktur Utama dan Kepala Devisi Keuangan BUMD Bintan, terdakwa Risalasih dan Teddy Ridwan, divonis 5 dan 4 tahun penjara karena terbukti korupsi Dana Investasi Jangka Pendek (DJIP) BUMD Bintan tahun 2016 dan 2019.

Putusan dijatuhkan majelis hakim PN Tindak Pidana Korupsi di PN Tanjungpinang, Eduart MP Sihaloho didampingi Hakim Anggota, Suherman dan Yon Efri SH Rabu (4/8/2021).

Dalam putusannya yang dibacakan secara virtual, hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama menyalahgunakan jabatanya dalam mengelola Dana Investasi Jangka Pendek (DJIP) BUMD Bintan tahun 2016 dan 2019 yang mengakibat kerugian negara sebesar Rp4,7 miliar.

Hal itu sebagaimana dakwaan primer melanggar Pasal 2 jo Pasal 18 UU Nomor 30 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 KUHP jo Pasal 64 KUHP.

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Risalasih dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan,” ujar Hakim.

Tidak hanya itu, Hakim  juga menghukum  terdakwa Risalasih dengan hukuman tambahan mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara sebesar Rp565 juta. Jika tidak dikembalikan dalam waktu satu bulan, diganti dengan hukuman 1 tahun penjara.

“Menghukum terdakwa Teddy Ridwan dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan penjara,” ujar Hakim untuk terdakwa Teddy.

Selain hukuman pokok, Hakim juga menghukum terdakwa Teddy Ridwan dengan hukuman tambahan mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara sebesar Rp142 juta. Jika tidak dikembalikan dalam waktu satu bulan,  diganti dengan hukuman 6 tahun penjara.

Sementara itu barang bukti uang  yang disita dari sejumlah perusahan yang diberi investasi, terdiri dari pada tahap penyidikan Rp155 juta,
Rp50 juta, Rp700 juta dan Rp 110 juta serta 1 unit sepeda motor dikembalikan ke kas negara melalui kas daerah Pemerintah Kabupaten Bintan dan PT.BIS

Vonis hakim PN Tipikor pada kedua terdakwa ini, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bintan sebelumnya, yang menuntut terdakwa Risalasih sebagai mantan Dirut 8 tahun pejara dan terdakwa Teddy Ridwan sebagai mantan Kadiv Keuangan BUMD Bintan 5 tahun penjara.

Atas hukuman majelis hakim itu, kedua terdakwa yang didampingi Penasehat Hukumnya Cholderia Sitinjak SH menyatakan pikir-pikir. Begitu juga dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang saat itu dihadiri Eka dan Yustus SH.

Seperti diberitakan sebelumnya, JPU mendakwa Risalasih sebagai mantan Direktur BUMD PT BIS Kabupaten Bintan 2015-2019 dan terdakwa Teddy Ridwan sebagai mantan Kepala divisi keuangan BUMD PT BIS, melakukan tindak pidana Korupsi dalam pengelola penyertaan modal Pemerintah Daerah Bintan di BUMD PT BIS pada tahun 2015 sebesar Rp4,7 miliar.

Berdasarkan hasil audit laporan keuangan BUMD PT.BIS tahun buku 2016 dan 2017, ditemukan piutang laba dari pendapatan investasi jangka pendek yang belum dibayarkan CV Safina Aircond Services (SAS) sebesar Rp252 juta.

Selain itu ditemukan piutang laba dari pendapatan investasi jangka pendek yang belum dibayarkan CV SAS sebesar Rp252 juta. Syaiful senilai Rp128,7 juta dan pengusaha warga Negara Singapura bernama M Andi Bin Kamis senilai Rp21,5 juta.

PT.Chantika digunakan untuk operasional sebab perusahan mitra telah memiliki kapal dan sumber air bersih. Sehingga biaya untuk usaha ini, PT BIS mengeluarkan biaya dana sebesar Rp210 juta. CV SAS sebesar Rp185 juta. Barbershop (franchise) dengan STARSBOX sebesar Rp 436,5 juta.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...