Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Rudapaksa Anak Kandung, Heriyono Dihukum 15 Tahun Penjara

Terdakwa Heriyanto dihukum 15 tahun penjara oleh Hakim PN Tanjungpinang karena terbukti meruda paksa anak kandungnya. (Foto:Roland/Presmedia.id) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Terdakwa Heriyono (42), yah bejat yang tega merudapaksa anak kandungnya sendiri dihukum 15 tahun penjara oleh Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Putusan dijatuhkan Majelis Hakim, Boy Syailendra bersama Majelis Hakim anggota di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (4/8/2021).

Dalam putusannya, Hakim menyatakan terdakwa terbukti bersala melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak untuk melakukan persetubuhan, yang merupakan beberapa perbuatan kejahatan atau pelanggaran yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut.

Terdakwa lanjut Hakim terbukti melanggar pasal 81 Ayat 3 Jo Pasal 76D Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang nomot 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan hukuman 15 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan penjara,” kata Hakim Boy.

Putusan Hakim ini, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman 18 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara.

Atas putusan itu, terdakwa yang didampingi  Penasehat Hukumnya A Nur menyatakan pikir-pikir.

Sebelumnya terdakwa Heriyona ditangkap Polres Bintan atas Laporan isterinya sendiri yang melihat dan mengetahui pencabula yang dilakukan terdakwa kepada anak perempunya yang masih berumur 14 tahun itu.

Dari dakwaan JPU dan pengakuaan terdakwa di BAP Penyidik Polisi, juga mengaku poerbutan bejatnya yang mengaku telah 4 kali meruda paksa anak-nya. Kejadiaan itu terjadi di pertama kali terjadi di bulan November 2020 disemak-semak belakang kolam rumah terdakwa di desa Pengujian Kabupaten Bintan.

Kedua terdakwa kebali merudapaksa korban berselang satu minggu ditempat yang sama, ketiga dibulan Desember 2020 dan keempat pada bulan Januari 2021 dirumah terdakwa di Kabupaten Bintan pada saat korban tertidur diruang televisi dan ke Lima Februari 2021 yang kahirnya diketahui isterinya.

Penulis:Roland  
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...