Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Pastikan Anggaran Tepat Sasaran, Gubernur Ansar Sisir Renja OPD di APBD 2022

Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat memimpin Rapat Kerja Penyusunan Renja OPD Provinsi Kepri yang akan diusulkan di APBD 2022 (foto:Humas Prov.Kepri) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad memastikan seluruh anggaran yang akan disusun dalam rencana kerja pemerintah (Renja) Provinsi Kepri 2022, harus benar-benar tepat sasaran, efektif dan efisien serta dapat menjawab seluruh kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

Atas hal itu, Ansar Ahmad terus mencermati setiap mata anggaran yang disusun masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) dalam Renja yang akan diusulkan di APBD 2022.

Karena kata Ansar, setiap anggaran yang disusun harus berbasis kinerja, transparan, punya nilai akuntabilitas dan bisa dipertanggungjawabkan. Demikian dijelaskan oleh Ansar Ahmad kepada media di sela-sela memimpin rapat dengan beberapa OPD yang dilaksanakan di ruang rapat utama Kantor Gubernur Kepri di Dompak, Rabu (04/08/2021).

Dari evaluasi Renja masing-masing OPD itu, tidak sedikit anggaran yang diajukan oleh OPD ditolak oleh Ansar Ahmad karena dinilai mubazir dan tidak tepat sasaran.

“Kita ingin semua bekerja dengan baik dengan program kerja yang betul-betul untuk membangun Kepulauan Riau yang lebih baik,” pungkasnya.

Setiap rupiah dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) lanjutnya, harus bisa dipertanggungjawabkan, digunakan dan dikelola secara transparan, dan diperuntukkan sebaik-baiknya dan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.

“Tata kelola setiap anggaran yang dituangkan dalam program kerja OPD harus baik, tepat sasaran, dan dijalankan dengan prosedur yang sederhana dan ringkas, serta melalui proses cepat dengan manfaat maksimal untuk masyarakat,” ujarnya.

Kecepatan dan ketepatan sebutnya, merupakan hl yang terpenting. Apalagi di situasi pandemi seperti saat sekarang ini.

“Karena percuma kita memiliki anggaran, tetapi tidak bisa secara cepat dan tepat dibelanjakan untuk masyarakat. Situasi seperti saat ini kita sedang ditunggu oleh masyarakat dengan program kerja yang jelas, terukur dan menjawab keluhan mereka,” jelas Ansar Ahmad.

Mantan Bupati Bintan dua periode ini, juga menegaskan pentingnya langkah yang cepat, tepat, efisien, dan akuntabilitas dalam implementasi program kerja yang tersusun dalam APBD. Hal itu penting karena di tahun 2022, situasi masih belum stabil dan diperlukan langkah yang extraordinary dalam pemulihan ekonomi di Kepulauan Riau.

Dari pantauan di lapangan, setidaknya dalam hari 7 OPD digilir rapat oleh mantan anggota DPRD-RI ini, untuk melihat Rencana Anggaran Program kerja yang akan diajukan dan disusun masing-masing OPD untuk APBD 2022 mendatang.

Ketujuh OPD tersebut di antaranya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan Pengendalian Penduduk, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit, Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan serta Dinas Kelautan dan Perikanan.

Masing-masing OPD diminta untuk mempresentasikan program kerja dan penganggaran yang disusun, yang nantinya akan dimasukkan dalam APBD tahun 2022.

Penulis:rilis/Redaksi
Editor :Ogawa

Comments
Loading...