Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

DPRD Tanjungpinang “Berang” Proyek Aspirasinya Dicoret dan Direfocusing TAPD di APBD

*Refocusing APBD Tanjungpinang Terindikasi Hanya Untuk Kepentingan Pejabat dan ASN

Dokumen sejumlah kegiatan Anggaran APBD yang direfucusing TAPD kota Tanjungpinang (foto:istimewa)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Sejumlah Anggota DPRD kota Tanjungpinang dikabarkan “berang” karena sejumlah kegiatan proyek yang diklaim sebagai kegiatan aspirasinya di APBD 2021 dicoret Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) kota Tanjungpinang.

Pencoretan sejumlah kegiatan proyek aspirasi DPRD itu dilakukan TAPD Pemerintah kota Tanjungpinang dalam refocusing anggaran APBD kota Tanjungpinang ke II.

Informasi yang dihimpun Media, sejumlah kegiatan proyek Aspirasi DPRD kota Tanjungpinang yang dicoret itu, mulai dari Dana Publikasi yang dititip sejumlah anggota DPRD di sejumlah dinas di Pemko Tanjungpinang, Demikian juga proyek kegiatan Pembangunan Jalan, Paving Block, Parit, Pengadaan Tenda, bangku dan kursi serta alat lainnya yang diajukan masyarakat dari Daerah pemilihannya DPRD, dicoret Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada refocusing ke II anggaran APBD-2021.

“Pada refocusing ini, semua kegiatan proyek Aspirasi Dewan di APBD dicoret TAPD dari APBD 2021 ini,” sebut seorang sumber yang namanya enggan dipublikasikan pada Media ini.

Anggota Banggar DPRD kota Tanjungpinang Dicky Novalino yang dikonfirmasi terkait dengan refocusing dan penghapusan sejumlah proyek Aspirasi oleh TAPD kota ini, mengaku belum mengetahui karena dalam beberapa hari ini pihaknya mengaku izin dan tidak masuk kantor karena kepentingan keluarga.

“Saya memang anggota Banggar, Tapi kami belum tahu, karena dalam beberapa hari ini kami sedang izin ke Pekanbaru ada urusan,” ujarnya Senin (9/8/2021).

Ditempat terpisah, Wakil Ketua Banggar DPRD Tanjungpinang Indra Jaya yang juga dikonfirmasi atas pemotongan dan pembatalan sejumlah kegiatan proyek aspirasi Dewan kota di APBD 2021 itu juga enggan memberikan Jawaban.

Sementara itu, Wali kota Tanjungpinang Hj.Rahma, Setdako Tanjungpinang Teguh dan kepala DPPKAD Yuswandi selaku selaku Ketua TAPD dan anggota Tim TAPD yang dikonfirmasi dengan pelaksanaan Refocusing dan penghapusan Proyek dan kegiatan Aspirasi Dewan dari DIPA-APBD 2021 itu, juga tidak memberikan jawaban.

Refocusing dan penyesuaian APBD ini sebenarnya merupakan amanat dari PMK Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pengelolaan TKDD Tahun Anggaran 2021 dalam rangka mendukung penanganan pandemi Covid-19 dan Dampaknya.

Melalui PMK ini, kementerian Keuangan meminta, agar daerah segera melakukan refocusing pengelolaan transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 dalam rangka mendukung penanganan pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang meliputi, perubahan alokasi, penggunaan dan penyaluran dari pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 dalam rangka Mendukung Penanganan Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dan Dampaknya.

Refocusing APBD Tanjungpinang Terindikasi Hanya Untuk Kepentingan Pejabat dan ASN

Dari data Refocusing TAPD atas APBD-2021 kota Tanjungpinang yang diperoleh PRESMEDIA.ID, berdasarkan Peraturan Walikota (Perwako) nomor 39 tahun 2021, tentang perubahan atas Perwako nomor 15 tahun 2021 tentang Penjabaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2021, TAPD kota Tanjungpinang merecofusing kurang lebih Rp 36 miliar APBD 2021 kota Tanjungpinang.

Namun dari refocusing ini, hanya beberapa kegiatan anggaran yang bersentuhan langsung dalam mendukung Kegiatan Penanganan Covid-19 di kota Tanjungpinang.

Sejumlah anggaran dalam menunjang penanganan Covid itu antara lain:
1.Belanja Modal Pengadaan Unit Alat Laboratorium Rp.1.451 Miliar.
2.Belanja Modal alat Laboratorium Mikrobiologi Rp600 juta.
3.Belanja Modal alat Laboratorium Hematologi Rp500 juta.
4.Belanja Honorarium tenaga relawan Vaksinasi Rp1,3 Miliar.
5.Belanja Jasa Tenaga Kesehatan Rp24.752 Miliar.

Sementara alokasi anggaran lain yang refocusing terindikasi, digunakan hanya untuk kepentingan pejabat dan ASN di Pemko Tanjungpinang, seperti:

1.Belanja honorarium Penanggung Jawaban Pengelolaan Keuangan Rp1.077 Miliar
2.Belanja Pengadaan honor pegawai pengadaan Barang dan jasa Rp230 juta.
3.Belanja Jasa pengelolaan BMD Rp499 juta,
4.Belanja Jasa Pengelolaan BMD yang menghasilkan pendapatan Rp 285 juta dan yang tidak menghasilkan pendapatan Rp214 juta.
5.Belanja bahan Bakar dan PelumaS dari Rp9.782 Miliar sebelumnya di APBD Murni 2021 naik menjadi Rp10.306 Miliar.
6.Belanja Bahan isi tabung Gas Rp 627 juta.
7.Belanja Pakaian Sipil Resmi (PSR) 2,9 Miliar.
8.Belanja Sewa Kendaraan Rp.795 juta.
10.Belanja Sewa Bangunan Rp160 juta.
11.Belanja Sewa Bagunan dan Gedung tempat lainya Rp332 juta.
12.Belanja Pemeliharaan Gedung Tempat Kerja dan Tempat pendidikan Rp1,177 Miliar.
13.Belanja Perjalanan Dinas Rp37.673 Miliar.
14.Belanja Transfer keuangan Daerah dan Desa (TKDD) Rp1.215 Miliar.
15.Belanja Modal Bangunan Parkir Rp190 juta.
16.Belanja Modal Jalan kota Rp23 Miliar,
17.Belanja Modal bangunan Air Rp 612 Juta.

Sumber:Perwako Nomor 39 tahun 2021 tentang perubahan Atas Perwali nomor 15 tahun 2021 tentang Penjabaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2021

Penulis:Redaksi
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...