Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Tanjunguban Dilanda Banjir

Hujan deras mengakibatkan banjir di sejumlah ruas jalan di Tanjung Uban, Kamis (2/9/2021). (Foto: Istimewa/Presmedia.id).

PRESMEDIA.ID, Bintan – Sejumlah kawasan ruas jalan dan permukiman warga di Tanjung Uban, Kecamatan Bintan Utara dilanda banjir setelah diguyur hujan deras, Kamis (2/9/2021).

Kondisi ini, disebabkan sejumlah faktor, diantaranya drainase yang gagal fungsi, aktivitas penimbunan lahan, usaha pengembangan perumahan serta air laut pasang.

Salah seorang warga Tanjung Uban, Aan mengatakan hujan deras turun mulai pukul 02.00 WIB dini hari. Lalu tanpa henti-hentinya sampai pukul 13.00 WIB. Akibatnya beberapa ruas jalan dan pemukiman terendam banjir hingga setinggi pinggang orang dewasa.

”Kalau di Tanjung Uban ada beberapa ruas jalan dan pemukiman warga yang terendam. Seperti di Jalan Hang Tuah, Jalan Indunsuri, Jalan Bakti Praja, Perumahan Alamanda dan kawasan Pasar Baru,” ujarnya.

Dampak dari banjir tersebut, kata Aan, tidak hanya menghambat arus lalu lintas tetapi juga membuat kendaraan warga mogok. Kemudian banjir yang merendam permukiman membuat berbagai perabotan rumah tangga warga rusak.

Seperti akses dari Jalan Bakti Praja menuju Pasar Baru. Jalanan tersebut sudah ditutupi oleh genangan air. Bagi pengendara yang tetap ingin melintas harus mengantri tetapi banyak yang memilih putar arah.

Kemudian, akses Jalan Indunsuri di Simpang Perumahan Alamanda juga terendam. Pada pukul 08.15 WIB ketinggian air sepaha orang dewasa. Sehingga hanya kendaraan besar yang berani melintas.

“Genangan air di jalanan itu paling tinggi saat subuh. Sekarang sudah mulai berangsur surut. Namun banyak kendaraan mogok dibuatnya,” jelasnya.

Anggota Satlantas Polres Bintan, Bripka Tedi mengatakan pihaknya bersama beberapa personil lainnya berjaga dan membantu pengguna jalan raya. Dua kendaraan satlantas digunakan untuk menutup sebagian akses jalan dari dua arah menuju simpang tersebut.

“Kami arahkan kendaraan kecil atau sepeda motor untuk tidak melintas dan mengambil jalur alternatif. Sementara itu kendaraan besar yang berani melintas kami arahkan agar melintas di titik jalan yang agak dangkal,” pungkasnya.

Penulis: Hasura
Editor: Ogawa

Comments
Loading...