Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Seleksi Sekda Kepri Harus Terbuka, Bebas KKN Dan Adanya Deal Politik

*Gubernur dan Wagub Harus Komitmen, Pilih Sekda Dengan Nilai Tertinggi  

Ketua Alumni Universitas Bunghatta Tanjungpinang-Bintan Syaiful. (Foto:Istimewa) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) provinsi Kepri yang saat ini berlangsung, sedianya tidak hanya sekedar seremonial dalam memenuhi administrasi.

Namun lebih dari itu, Gubernur dan wakil gubernur diharapkan harus memiliki komitmen, Seleksi yang dilakukan Pansel, harus terbuka, jujur dan terbebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme atas dalih adanya kedekatan atau Sekda hasil diel Politik di antara para elit kepala daerah.

Ketua Alumni Universitas Bunghatta Syaiful, mengatakan Sekretaris daerah sebagai motor penggerak birokrasi dan roda pemerintahan dalam melaksanakan pembangunan di daerah. Harus benar-benar memiliki kapabilitas yang baik hingga dapat memberikan pelayanan dan menterjemahkan program dari visi dan misi Gubernur dan wakil gubernur dalam melaksanakan pembangunan dan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

Namun, sebagai mana issu yang berkembang lanjutnya, ketidak harmonisan antara Gubernur dan Wakil Gubernur belum lama ini, salah satunya diakibatkan perebutan posisi Sekda.

“Ada yang mengatakan, sebelum gubernur dan wakil gubernur maju di Pilkada, ada diel politik jika terpilih sebagai kepala daerah, walikota Batam yang tidak lain adalah ketua Nasdem dan Suami Wakil Gubernur Kepri, meminta Sekda harus dari Batam,” ujar Syaiful belum lama ini di Tanjungpinang.

Dengan kondisi demikian lanjut Syaiful, sebaiknya Gubernur dan wakil Gubernur harus memiliki komitmen, agar seleksi Sekda yang saat ini dilaksanakan Pansel, dilakukan dengan terbuka dan transparan.

Peraih nilai tertinggi dalam setiap tahapan seleksi harus diumumkan secara terbuka dengan Pejabat yang mendapat nilai tertinggi berhak menduduki Sekda Kepri.

“Keterbukaan dan komitmen Gubernur dan Wagub Kepri terhadap calon Sekda peraih nilai tertinggi ini, menjadi win-win solution antara Gubernur dan wakil Gubernur, sehingga tidak saling mencurigai satu-sama lainnya,” ujar Saiful.

Artinya lanjutnya lagi, Calon yang terpilih dan duduk sebagai sekda, adalah benar-benar hasil seleksi Pansel dengan nilai terbaik sesuai dengan kompetensinya.

Sebagaimana dalam proses penetapan Sekda, ujarnya, melalui seleksi yang digelar ini, Pansel akan menyaring 3 nama kandidat. Dan ketiga nama tersebut selanjutnya diserahkan kepada gubernur untuk disampaikan ke KASN untuk mendapatkan rekomendasi.

Setelah rekomendasi diterima Gubernur, selanjutnya akan disampaikan ke Presiden melalui Menteri Dalam Negeri untuk penetapan Keputusan Presiden (Keppres).

“Nah hal ini dapat disimpulkan, bahwa dalam mengajukan ini, tentu ada campur tangan gubernur dalam menentukan siapa kandidat yang “Dijagokan”, artinya calon yang sesuai keinginan dan selera gubernur, dan bukan berdasarkan nilai tertinggi, bisa saja peraih nilai nomor 3 terpilih jika dia yang diinginkan kepala daerah tersebut,” ujarnya.

Akibatnya, lanjut Syaiful malah akan menimbulkan polemik, karena sesungguh masyarakat pada umumnya sudah tau siapa pejabat yang diinginkan gubernur maupun wagub.

“Jadi sekali lagi, kami meminta Seleksi yang dilakukan saat ini jangan hanya sebagai simbol atau acara seremonial dalam pemenuhan administrasi, Tetapi hendaknya harus menjadi tolak ukur. Dan Pansel juga harus terbuka dan jujur siapa dari calon yang diseleksi benar-benar memenuhi kriteria nilai,” tegasanya.

Dengan keterbukaan dan mengacu ke kemampuan masing-masing pejabat ini, lanjut Syaiful banyak hal positif yang didapat, pertama   hubungan baik antara gubernur dan wagub tetap terjaga,

“Dengan Komitmen Gubernur dan Wakil gubernur ini, akan menjadi contoh pada daerah lain, bahwa pemilihan jabatan Sekda terbebas dari KKN, Diel Politik atau Sekda  hasil kemampuan Gubernur atau Wakil Gubernur,” ucapnya.

Sebagaimana pengumuman Pansel sebanyak delapan pejabat peserta open bidding calon sekretaris daerah (Sekda) Provinsi Kepri, dinyatakan lolos tahapan administrasi.

Pengumuman hasil seleksi administrasi tersebut berdasarkan surat pengumuman nomor 02/PANSEL-JPTM/KEPRI/2021 yang ditandatangani ketua Panitia Seleksi (Pansel) lelang jabatan sekda Kepri Hamdani.

Dari 8 nama pejabat yang dinyatakan lolos tersebut, dua nama diantaranya adalah Sekda Kabupaten Bintan Adi Prihantara dan Sekda Kota Batam Jefridin. Sementara 6 pejabat lainnya adalah Kepala Dispar Anambas Masykur, Kepala Biro PBJ Kepri Misbardi, Kepala BP2RD Kota Batam Raja Azmansyah.

Kemudian ada juga Kepala DPMD Dukcapil Kepri Sardison, Kepala Badan Pemberdayaan Wanita Kepri Misni dan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Batam Yusfa Hendri.

Penulis:Redaksi
Editor  :Redaksi 

Comments
Loading...