Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Diperiksa KPK, Budianto Mengaku Ditanya Penyidik Mengenai Jumlah Kuota Rokok dan Cara Pengajuan

*Budianto Mengaku Dapat Kuota Rokok S-Mild 500 Karton

Direktur PT.Trio Esto Budianto diperiksa Penyidik KPK di Polres Tanjungpinang terhadap tersangka Apri Sujadi dan M.Saleh Umar dalam dugaan korupsi Pengaturan Kuota dan Cukai Rokok serta Mikol di BP.Kawasan FTZ Bintan. (foto: Roland/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Saksi Budianto mengaku ditanya penyidik KPK mengenai jumlah kuota rokok tanpa cukai yang diberikan BP.Kawasan Bintan serta cara memperolehnya.

Atas pertanyaan itu, Budianto mengaku mendapat kuota rokok merk Smild sebanyak 500 karton dari BP.Kawasan Bintan.

Budianto dipanggil penyidik KPK terkait dugaan korupsi pengaturan Kuota barang kena Cukai di Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016 sampai 2018.

Budianto yang mengaku sebagai direktur PT.Trio Esto yang merupakan distributor rokok Smild memenuhi panggilan penyidik KPK sejak Pukul 09.00 WIB sampai 12.00 WIB.

“Ada beberapa pertanyaan yang ditanya, salah satunya cara pengajuan kuota rokok saja yang 2016 sampai 2018,” kata Budianto pada wartawan saat ditemui di parkiran Mapolres Tanjungpinang, Senin (6/9/2021).

Budianto juga mengatakan, pemanggilannya oleh KPK untuk diperiksa baru kali pertama dan sebelumnya, belum pernah diperiksa.

“Baru satu kali, sebelumnya tidak pernah,” ucapnya.

Saat diperiksa penyidik, Budianto mengaku terdapat dua saksi yang diperiksa di Rupatama Polres Tanjungpinang dan sepertinya juga seorang pengusaha.

Sebelumnya, Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang saksi terkait dugaan korupsi Bupati Bintan dan Plt.Kepala BP.Kawasan Bintan dalam pengaturan Kuota barang kena Cukai di Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016 sampai 2018.

Kelima saksi itu adalah Budianto dari pihak swasta, Aman Direktur PT.Berlian Inti Sukses, PT.Batam Shellindo Pratama dan PT. Karya Putra Makmur serta Setia Kurniawan, Kasi Pengendalian Barang Pokok dan Barang Penting, Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Bintan.

Selanjutnya Direktur CV.Three Star Bintan Cabang Tanjungpinang Bobby Susanto dan Direktur CV.Three Star Bintan tahun 2009 juga dipanggil untuk diperiksa.

KPK menetapkan Bupati Bintan Apri Sujadi (As) dan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan (BPK) Bintan Muhamad Saleh Umar (Msu) tersangka dugaan Korupsi pengaturan Barang Kena Cukai (BKC) di Kawasan Badan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (PBPB) kabupaten Bintan tahun 2016 sampai 2018.

Dari perbuatan ini As diduga menerima uang sekitar Rp6,3 Miliar dan tersangka Msu Rp.800 juta sejak 2017 sampai dengan 2018.

Atas perbuatannya, As dan Msu disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penulis :Roland
Editot. :Redaksi

Comments
Loading...