Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

KPK Periksa Dalmasri dan M.Yatir Dalam Dugaan Korupsi Apri dan M.Saleh

Mantan Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam dan Anggota DPRD Bintan M.Yatir bersama saksi lainya diperiksa Penyidik KPK di Satreskrim Polres Tanjungpinang (foto: Roland/presmedia.id).

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam dan anggota DPRD Bintan M.Yatir, bersama sejumlah saksi lainnya, dalam dugaan korupsi tersangka Apri Sujadi dan M.Saleh Husen dalam pengaturan kuota Barang Kena Cukai di BP.Kawasan Bintan.

Pemeriksaan Dalmasri Syam dan M.Yatir bersama sejumlah saksi lainnya, dilakukan diruang penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Tanjungpinang, Selasa (7/9/2021).

Plt.Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, pemeriksan mantan wakil Bupati Dalmasri Syam dan anggota DPRD Bintan M.Yatir dan saksi lainnya hari ini, berkaitan dengan dugaan korupsi tersangka Apri dan M.Saleh Husen.

Selain mantan Wakil Bupati dan anggota DPRD lanjutnya, ada juga saksi Yulia Helen Romaidauli staf Sekertarian Bidang Perindag dan Penanaman Modal Badan Pengusahaan Bintan, Ganda Tua Sihombing menajemen PT.Tirta Anugrah Sukses serta Mulyadi Tan Komisaris PT.Nano Logistic yang semalam sudah diperiksa.

“Keseluruhan saksi dipanggil untuk didengar keterangannya, terhadap dua tersangka dalam dugaan korupsi di BP.Kawasan Bintan,” ujarnya, Selasa (7/9/2021).

Sebelumnya, tim penyidik KPK, juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 6 saksi dalam dugaan korupsi di BP.Kawasan Bintan.

Ke 6 saksi yang diperiksa itu adalah Budianto dari pihak swasta, Aman Direktur PT.Berlian Inti Sukses, PT.Batam Shellindo Pratama dan PT. Karya Putra Makmur serta Setia Kurniawan, Kasi Pengendalian Barang Pokok dan Barang Penting, Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Bintan.

Selanjutnya Direktur CV.Three Star Bintan Cabang Tanjungpinang Bobby Susanto dan Direktur CV.Three Star Bintan tahun 2009 juga dipanggil untuk diperiksa. Ditambah mantan narapidana Mikol Ilegal, Mulyadi Tan alias Ahi Komisaris PT Nano Logistik.

KPK telah menetapkan Bupati Bintan non aktif Apri Sujadi (As) dan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan (BPK) Bintan Muhamad Saleh Umar (Msu) tersangka dugaan Korupsi pengaturan Barang Kena Cukai (BKC) di Kawasan Badan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (PBPB) kabupaten Bintan tahun 2016 sampai 2018.

Dari perbuatannya As diduga menerima uang sekitar Rp6,3 Miliar dan tersangka Msu Rp.800 juta sejak 2017 sampai dengan 2018.

Atas perbuatannya, As dan Msu disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penulis :Roland
Editor. :Redaksi

Comments
Loading...