Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Korem 033/WP Kepri Pantau Kedatangan dan Perawatan 358 PMI dan WNA Positif Covid di RSKI Galang

Sejumlah anggota TNI jajaran Korem 033/WP Kepri, saat melakukan misi kemanusiaan, pemantauan dan pendataan sejumlah PMI yang baru tiba dari Luar negeri ke wilayah Kepri, untuk dirawat dan diisolasi mandiri akibat terpapar Covid-19.(Foto:Humas dan penerangan Korem 033/WP Kepri).

PRESMEDIA.ID, Batam – Korem 033/ Wira Pratama Kepri melakukan pemantauan dan Perawatan ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang datang dari luar Negeri ke Indonesia.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Penanggung Jawab seluruh Operasional Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, Danrem 033/WP Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu terus melakukan pemantauan kedatangan, Isolasi Mandiri, serta perawatan 358 orang PMI yang dinyatakan Positif Covid-19.

Ketua Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Penanganan Covid 19 Daerah Perlintasan wilayah Kepulauan Riau (Kepri) ini juga menjelaskan, Sejak RSKI Galang di Batam mulai dioperasikan dibawah kendali Pangdam I selaku Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) dan berada di wilayah Komando Daerah Militer I Bukit Barisan, Komando Resor Militer (Korem) 033 Wira Pratama terus melakukan pemantauan dan penanganan.

“Kegiatan Satgassus (Satuan Tugas Khusus) ini, sampai saat ini masih terus berjalan, demi menciptakan keamanan dan kenyamanan dan mencegah tersebarnya virus covid – 19 ke Indonesia,” ujar Jimmy.

Dalam Penanganan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI), Warga Negara Indonesia (WNI), dan Warga Negara Asing (WNA) yang datang ke Indonesia, lanjutnya, Danrem 033/WP melalui jajarannya terus melakukan pantauan kedatangan PMI di Pelabuhan Internasional Batam Center dan Pelabuhan Harbour Bay Batam.

“Mereka yang datang (PMI) ke Indonesia dilakukan penanganan secara terpadu, yang dimulai dengan pendataan Administrasi, kemudian dilakukan test PCR Pertama dan dilanjutkan dengan Isolasi Mandiri selama 8 hari,” sebutnya.

Jika dalam isolasi PMI tidak mengalami gejala, pada hari ke 7, PMI akan kembali melakukan test PCR yang kedua. Dan Apabila dalam hasil PCR kedua dinyatakan Negatif maka mereka boleh kembali ke kampung halaman dan beraktifitas Keluar.

Hingga saat ini Senin (6/9/2021) lanjut Danrem terdapat 358 pasien yang yang terdiri 223 laki-laki dan 135 perempuan dirawat di RSKI pulau Galang-Batam.

Dari jumlah itu 346 pasien merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan 12 Pasien dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

“Dengan Okupansi Biar RSKI saat ini mencapai 77,83 persen,” sebutnya.

Selain di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang Danrem 033/Wira Pratama bekerjasama dengan pemerintah kota batam untuk menyiapkan karantina bagi PMI yang melaksanakan Isolasi Mandiri Seperti Rusun BP Batam dengan Jumlah PMI yang Melaksanakan Isolasi Mandiri 221 Orang, Rusun Pemko 63 Orang, Rusun Putra Jaya 131 Orang, dan Shelter P4TKI 31 Orang.

Dan juga bagi PMI yang datang, juga dapat Melaksanakan Isolasi Mandiri Sendiri dengan tempat atau Hotel yang telah di tentukan Oleh Pemerintah.

Sejak April 2021 Sampai September 2021 ini terhitung PMI/WNI yang datang ke Indonesia mencapai 15.527 Orang dengan persentase 12% terdiri dari 1.877 Orang dari Singapura, dan 87.90% terdiri dari 13.650 Orang Dari Malaysia, dan WNA datang ke Indonesia dari Singapura 393 serta dari Malaysia 109.

Dari Hasil tersebut PMI/WNI tersebut yang terpapar positif Covid – 19 sebanyak 108 orang melalui PCR ke – 1 dan 1.261 orang PCR ke – 2 dengan Total 1.441 Orang terpapar Positif, dan WNA yang terpapar melalui PCR ke – 1 sebanyak 3 Orang dan 3 Orang Melalui PCR ke – 2.

Semua Upaya telah dilakukan dengan bantuan semua Instansi terkait yang terlibat dalam Satuan Tugas Khusus (Satgassus).

Pjs Kapenrem Mayor Inf Reza, juga menambahkan penanganan Kasus Covid-19 khususnya di Kepri terhadap PMI, WNI, dan WNA yang datang terus menjadi perhatian Danrem dan jajarannya.

“Hal itu kita laksanakan demi kenyamanan dan keamanan daerah dan negara kita, agar terhindar dan angka covid-19 cepat menurun,” ujarnya.

Setiap perkembangan lanjut Reza, terus dilakukan pemantauan dan ditangani dengan serius melalui hirarki komando, agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Penulis : Redaksi
Editor. : Redaksi

Comments
Loading...