Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
DPRD Lingga

DPRD Lingga Gelar Paripurna Pengantar KUA PPAS APBD-P 2021

Bupati Lingga menyampaikan KUA PPAS APBD-P tahun 2021 secara virtual, Senin (07/09/2021). (Foto: Istimewa/Humas Lingga).

PRESMEDIA.ID, Lingga – DPRD Kabupaten Lingga menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian KUA PPAS APBD-P tahun 2021 secara virtual, Senin (07/09/2021). Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Lingga, Ahmad Nashiruddin.

Bupati Lingga, Muhammad Nizar dalam kesempatan itu mengatakan, bahwa proses penyusunan APBD perubahan tahun anggaran 2021 mengalami tahapan panjang hingga sekarang ini.

”Hal ini dikarenakan karena dampak pandemi yang mengubah arah perekonomian secara drastis. Optimisme pemulihan global berubah menjadi resesi pasca pandemi Covid-19,” ujarnya.

Menurut Nizar, arah kebijakan ekonomi pemerintah daerah Kabupaten Lingga secara langsung juga terdampak dengan arah kebijakan pemerintah pusat, salah satunya penanganan covid-19.

”Maka daerah tetap harus menganggarkan dana untuk penanganan covid-19,” jelas Nizar.

Dengan anggaran daerah yang terbatas, karena transfer ke daerah khususnya dana perimbangan mengakibatkan pemerintah daerah perlu melakukan penyesuaian terhadap berbagai kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dalam upaya penanganan pandemi.

”Dengan keadaan yang sedemikian, pemerintah daerah harus merefocusing dan merealokasi anggaran APBD sebanyak 3 kali pergeseran terhitung dari April hingga Mei tahun ini,” ujarnya.

APBD Perubahan Turun Menjadi Rp918,2 Miliar.

Pada pergeseran kedua, sebut Nizar, sesuai Perbup Nomor 43 Tahun 2021 tanggal 21 Mei, APBD Kabupaten Lingga semula Rp928.575.300.094,- menurun menjadi Rp918.232.807.331,-. Atau terjadi penurunan sebesar Rp 10.342.492.764,-,” jelas dia.

Selanjutnya arah kebijakan pendapatan daerah pada APBD-P tahun anggaran 2021 merupakan prosedur anggaran yang disusun untuk mengoptimalkan penerimaan daerah yang efektif dan efisien.

Dan pada APBD-P ini target pendapatan daerah diperkirakan mengalami perubahan. Dari target semula Rp872.952.641.864,- menjadi Rp868.649.398.400,- atau mengalami penurunan sebesar Rp4.303.243.464,- atau 0,5 persen.

Pada perubahan APBD tahun 2021, jumlah belanja daerah diproyeksikan sebesar Rp972.710.646.940,-. Dan proyeksi ini mengalami kenaikan sebesar Rp43.135.346.846,- dari total belanja daerah APBD Murni tahun 2021 yakni Rp928.575.300.094,-.

Dari sisi pembiayaan terjadi kenaikan Silva dari APBD tahun 2021 yang semula Rp55.622.658.230,- menjadi Rp103.061.248.540,- atau mengalami kenaikan sebesar Rp47.438.590.310,-.

Dengan demikian defisit belanja APBD-P tahun ini, sebesar Rp103.061.248.540 yang dapat ditutup dari komponen keuangan Silva tahun 2020.

“Dan Alhamdulillah, pada APBD-P tahun ini tidak mengalami defisit karena dapat ditutup dari dana Silva. Mudah-mudahan pengesahan Perubahan APBD tahun 2021 dapat disahkan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan,” harapnya.

Hadir pada paripurna virtual, Bupati beserta Wakil, Ketua DPRD beserta Anggota, Sekretaris Daerah, Asisten, Pimpinan/ perwakilan OPD, camat serta Lurah.

Penulis: Aulia
Editor: Ogawa

Comments
Loading...