Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Penyidik KPK Kembali Periksa 5 Saksi Korupsi Barang Kena Cukai Tersangka Apri dan Saleh Umar

Mantan Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam dan Anggota DPRD Bintan M.Yatir bersama saksi lainya diperiksa Penyidik KPK di Satreskrim Polres Tanjungpinang (foto: Roland/presmedia.id).

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi atas dugaan korupsi pengaturan kuota Barang kena Cukai di BP.Kawasan Bintan.

Untuk hari ke tiga, penyidik KPK kembali memanggil 5 saksi ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang, Rabu (8/9/2021).

Plt.Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan untuk hari ke tiga pemeriksaan saksi di Polres Tanjungpinang, kembali dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan kepada 5 orang saksi untuk tersangka Apri Sujadi dan M.Saleh Umar.

Ali memaparkan kelima saksi diantaranya, Kasi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai III KPPBC TMP B Tanjung Pinang Hendra Krunia, Direktur PT.Yofa Niaga Fastya 2010 sampai 2017 Yhordanus, Direktur PT.Trio Bintan Anugerah Jhong Hua.

“Selain itu ada juga Manager PT.Adhi Mukti Persada, Grup PT.Putra Jaya Sampurna Aknes Tambun, dan Manager Operasional PT Bintan Muda Gemilang bernama Sandi,” paparnya Rabu (8/9/2021).

Pantauan di Mapolres Tanjungpinang, hingga saat ini penyidik KPK masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi tersebut di ruang penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang.

Hingga tiga hari pemeriksaan dalam penyelidikan dugaan korupsi Kuota barang kena cukai tersangka Apri dan M.Saleh Umar, Penyidik KPK telah memeriksa 12 saksi dalam dugaan korupsi di BP.Kawasan Bintan ini.

Sejumlah saksi yang sudah diperiksa itu antara lain, Budianto dari pihak swasta, Aman Direktur PT.Berlian Inti Sukses, PT.Batam Shellindo Pratama dan PT. Karya Putra Makmur serta Setia Kurniawan, Kasi Pengendalian Barang Pokok dan Barang Penting, Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Bintan.

Selanjutnya Direktur CV.Three Star Bintan Cabang Tanjungpinang Bobby Susanto dan Direktur CV.Three Star Bintan tahun 2009 juga dipanggil untuk diperiksa. Ditambah mantan narapidana Mikol Ilegal, Mulyadi Tan alias Ahi Komisaris PT Nano Logistik.

Kemudian mantan wakil Bupati Dalmasri Syam dan anggota DPRD Bintan M.Yatir, saksi Yulia Helen Romaidauli staf Sekertarian Bidang Perindag dan Penanaman Modal Badan Pengusahaan Bintan, Ganda Tua Sihombing manajemen PT.Tirta Anugrah Sukses serta Mulyadi Tan Komisaris PT.Nano Logistic yang semalam sudah diperiksa.

Ditambah, Alfeni Harmi Kabid Perizinan Badan Penanaman Modal Bintan) dan Yoriskandar anggota II bidang Pelayanan BP.Kawasan Bintan.

KPK telah menetapkan Bupati Bintan non aktif Apri Sujadi (As) dan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan (BPK) Bintan Muhamad Saleh Umar (Msu) tersangka dugaan Korupsi pengaturan Barang Kena Cukai (BKC) di Kawasan Badan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (PBPB) kabupaten Bintan tahun 2016 sampai 2018.

Dari perbuatannya As diduga menerima uang sekitar Rp6,3 Miliar dan tersangka Msu Rp.800 juta sejak 2017 sampai dengan 2018.

Atas perbuatannya, As dan Msu disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penulis: Roland
Editor. : Redaksi

Comments
Loading...