Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Penyidik KPK Kembali Periksa 5 Saksi Pengusaha Rokok Terkait Dugaan Korupsi Apri dan Saleh Umar

Salah seorang saksi yang merupakan pengusaha, memasuki ruang penyidikan Satreskrim Polres, untuk diperiksa penyidik KPK atas dugaan korupsi Pengaturan kuota Barang Kena Cukai (Rokok dan Mikol) tersangka Apri Sujadi dan M.Saleh Umar di BP.Kawasan Bintan. (Foto: Roland/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang saksi dari pengusaha terkait dugaan korupsi Apri Sujadi dan M.Saleh Umar dalam pengaturan kuota barang kena cukai Rokok dan Mikol di BP. Kawasan Bintan.

Penyidik KPK memanggil dan memeriksa 5 orang saksi ke Ruangan Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang, Kamis (9/9/2021).

Plt.Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, pada hari keempat, pemeriksaan saksi terhadap Tersangka dugaan Korupsi pengaturan kuota barang kena cukai di BP.Kawasan Bintan kembali dilakukan penyidik KPK kepada 5 orang pengusaha Rokok di Kepri.

Ke lima saksi itu diantaranya, A Lam swasta, Hartono Direktur PT.Bintan Super Perkasa, Sentot Puja Harseno Direktur Utama PT. Batam Prima Perkasa, kemudian Yany Eka Putra sebagai Komisaris PT.Batam Prima Perkasa, PT. Sukses Perkasa Mandiri dan PT. Lautan Emas Khatulistiwa dan terakhir Joni Sli dari swasta.

“Ke lima saksi diperiksa dan dimintai keterangan atas tersangka Apri Sujadi (AS) dan M.Saleh Umar (Mau) dalam dugaan korupsi pengaturan kuota Barang kena Cukai,” tegasnya.

Sementara itu, dari pantauan di Mapolres Tanjungpinang, sejumlah saksi yang dipanggil KPK terlihat mendatangi Ruang penyidikan Satreskrim Polres Tanjungpinang. Sejumlah saksi tersebut masuk kedalam ruangan, tempat yang dipakai penyidikan KPK memeriksa sejumlah saksi.

Sebelumnya, tim penyidik KPK juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 20 saksi dalam dugaan korupsi di BP. Kawasan Bintan.

Saksi yang telah diperiksa adalah Budianto dari pihak swasta, Aman Direktur PT. Berlian Inti Sukses, PT.Batam Shellindo Pratama dan PT. Karya Putra Makmur serta Setia Kurniawan, Kasi Pengendalian Barang Pokok dan Barang Penting, Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Bintan.

Selanjutnya Direktur CV. Three Star Bintan Cabang Tanjungpinang Bobby Susanto dan Direktur CV.Three Star Bintan tahun 2009 juga dipanggil untuk diperiksa. Ditambah mantan narapidana Mikol Ilegal, Mulyadi Tan alias Ahi Komisaris PT Nano Logistik.

Kemudian mantan wakil Bupati Dalmasri Syam dan anggota DPRD Bintan M.Yatir, saksi Yulia Helen Romaidauli staf Sekertarian Bidang Perindag dan Penanaman Modal Badan Pengusahaan Bintan, Ganda Tua Sihombing manajemen PT.Tirta Anugrah Sukses serta Mulyadi Tan Komisaris PT. Nano Logistic yang semalam sudah diperiksa.

Ditambah, Alfeni Harmi Kabid Perizinan Badan Penanaman Modal Bintan) dan Yoriskandar anggota II bidang Pelayanan BP.Kawasan Bintan.

KPK sebelumnya menetapkan Bupati Bintan non aktif Apri Sujadi (As) dan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan (BPK) Bintan Muhamad Saleh Umar (Msu) tersangka dugaan Korupsi pengaturan Barang Kena Cukai (BKC) di Kawasan Badan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (PBPB) kabupaten Bintan tahun 2016 sampai 2018.

Dari perbuatannya As diduga menerima uang sekitar Rp6,3 Miliar dan tersangka Msu Rp.800 juta sejak 2017 sampai dengan 2018.

Atas perbuatannya, As dan Msu disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penulis : Roland
Editor. : Redaksi

Comments
Loading...