Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Bolak Balik Dipanggil Penyidik KPK, M.Yatir “Bungkam” Ditanya Kapasitasnya di Korupsi Apri dan M.Saleh Umar

Anggota DPRD Bintan M.Yatir saat bolak-balik mendatangi Mapolres untuk memenuhi panggilan penyidik KPK. Tapi ketika ditanya kapasitasnya dipanggil dan atas dugaan korupsi tersangka Apri Sujadi dan M.Saleh Umar itu, M.Yatir “Bungkam”. (foto: Roland/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bintan, M.Yatir bolak-balik dipanggil KPK dalam dugaan korupsi barang kena Cukai tersangka Apri Sujadi dan M.Saleh Umar di BP.Kawasan Bintan.

Setelah sebelumnya dipanggil dan diperiksa KPK, M.Yatir kembali mendatangi Satreskrim Polres Tanjungpinang memenuhi panggilan penyidik KPK, Kamis (9/9/2021),

Dari pantauan Media, pada hari ini saja, M.Yatir terlihat dua kali bolak-balik mendatangi penyidik KPK di Satreskrim Polres Tanjungpinang

Awalnya, M.Yatir terlihat datang dan memenuhi panggilan penyidik KPK di Satreskrim Polres Tanjungpinang sekitar pukul 10.00 Wib, Kamis (9/9/2021). Namun sekitar 15 menit masuk, M.Yatir terlihat kembali keluar dari ruangan penyidik dan langsung berjalan cepat menuju mobil pribadinya.

Kemudian sekitar pukul 11.20 Wib siang, M.Yatir kembali datang dan langsung masuk keruangan penyidik dan sekitar pukul 13.00 WIB, M.Yatir kembali keluar.

Namun ketika wartawan berusaha mengkonfirmasi peran dan kapasitasnya dipanggil penyidik KPK terhadap dugaan Korupsi Apri Sujadi dan M.Saleh Umar itu, M.Yatir “bungkam” dan enggan menanggapi pertanyaan wartawan.

Didampingi supirnya, M.Yatir terlihat tergesa-gesa Memasuki Mobilnya dan meninggalkan Mapolres Tanjungpinang.

Hingga siang penyidik KPK juga masih memeriksa sejumlah saksi dari pengusaha, atas dugaan korupsi kuota Barang Kena Cukai di BP.Kawasan Bintan dengan tersangka Apri Sujadi dan M.Saleh Umar.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, mengatakan pada hari ke 4 pemeriksaan saksi dugaan korupsi Barang kena Cukai di BP.Kawasan Bintan, penyidik KPK kembali memanggil 5 orang pengusaha Rokok di Kepri.

Ke lima saksi itu diantaranya, A Lam swasta, Hartono Direktur PT.Bintan Super Perkasa, Sentot Puja Harseno Direktur Utama PT. Batam Prima Perkasa, kemudian Yany Eka Putra sebagai Komisaris PT.Batam Prima Perkasa, PT. Sukses Perkasa Mandiri dan PT. Lautan Emas Khatulistiwa dan terakhir Joni Sli dari swasta.

Dari hari pertama sampai hari keempat tim penyidik KPK juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 20 saksi dalam dugaan korupsi di BP. Kawasan Bintan.

Saksi yang telah diperiksa adalah Budianto dari pihak swasta, Aman Direktur PT. Berlian Inti Sukses, PT.Batam Shellindo Pratama dan PT. Karya Putra Makmur serta Setia Kurniawan, Kasi Pengendalian Barang Pokok dan Barang Penting, Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Bintan.

Selanjutnya Direktur CV. Three Star Bintan Cabang Tanjungpinang Bobby Susanto dan Direktur CV.Three Star Bintan tahun 2009 juga dipanggil untuk diperiksa. Ditambah mantan narapidana Mikol Ilegal, Mulyadi Tan alias Ahi Komisaris PT Nano Logistik.

Kemudian mantan wakil Bupati Dalmasri Syam dan anggota DPRD Bintan M.Yatir, saksi Yulia Helen Romaidauli staf Sekertarian Bidang Perindag dan Penanaman Modal Badan Pengusahaan Bintan, Ganda Tua Sihombing manajemen PT.Tirta Anugrah Sukses serta Mulyadi Tan Komisaris PT. Nano Logistic yang semalam sudah diperiksa.

Ditambah, Alfeni Harmi Kabid Perizinan Badan Penanaman Modal Bintan) dan Yoriskandar anggota II bidang Pelayanan BP.Kawasan Bintan.

Penulis: Roland
Editor. : Redaksi

Comments
Loading...