Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Belum Ada Tambahan Tersangka, KPK Periksa 25 Saksi Untuk Tersangka Apri dan Saleh Umar di Tanjungpinang

*Kasus Dugaan Korupsi Pengaturan Kuota BKC Rokok dan Mikol di BP.Bintan

Lima hari di Tanjungpinang,Tim Penyidik KPK telah memeriksa 25 saksi di Satreskrim Polres Tanjungpinang. Ke sejumlah saksi, diperiksa untuk tersangka Apri Sujadi dan Saleh Umar dalam dugaan korupsi Pengaturan kuota Barang kena Cukai (BKC) di BP.Kawasan Bintan 2016-2018.  (foto: Roland/presmedia.id).

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa 5 saksi terkait dugaan korupsi pengaturan kuota barang kena cukai Rokok dan Mikol di BP.Kawasan Bintan dengan tersangka Apri Sujadi dan M.Saleh Umar.

Pada hari ke lima penyidikan dugaan korupsi BP.Kawasan Bintan, Tim penyidik KPK telah memeriksa 25 saksi di Ruangan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang. Namu demikian, belum ada penambahan tersangka tambahan yang ditetapkan KPK dalam dugaan korupsi pengaturan kuota dan Barang Kena Cukai (BKC) Rokok dan mikol di Badan Pengusahaan Kawasan (BPK) Bintan ini.

Plt.Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan untuk  lima saksi yang diperiksa hari ini adalah sejumlah pengusaha Rokok dan seorang staf di DPMPTSP Kabupaten Bintan untuk tersangka Apri Sujadi Bupati Bintan non aktif dan M.Saleh Umum Plt.Kepala BP Bintan.

“Ke lima saksi itu antara lain, Junaedy Bahar Direktur PT Sinar Niaga Mandiri, Anwar sebagai Komisaris PT.Fantastik Internasional, Arjab dari pihak swasta dan Alfeni Harmi staf Bidang Perindag dan Penanaman Modal Badan Pengusahaan Bintan Wilayah Kabupaten Bintan & Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan di DPMPTSP Kabupaten Bintan, serta Yudha Yehuda Wibiksana PT Danisa Texindo,” jelasnya Jumat (10/9/2021).

Kelima orang yang diperiksa lanjut Ali, seluruhnya berstatus sebagai saksi dan belum ada penambahan tersangka dalam kasus dugaan korupsi mantan Bupati dan Plt.Kepala BP.Kawasan Bintan itu.

Pantauan Media di Mapolres Tanjungpinang, sejumlah saksi yang dipanggil terlihat sudah datang dan menghadap penyidik KPK didalam ruangan Satreskrim Polres Tanjungpinang sejak pukul 10.00 Wib. Bahkan hingga siang menjelang Jumatan, sejumlah saksi tersebut masih diperiksa penyidik KPK.

Dari hari pertama higga hari kelima Jumat (10/9/2021) pemeriksaan saksi dalam kasus dugaan korupsi pengaturan kuota Barang kena Cukai di BP.Kawasan Bintan, tim penyidik KPK telah memeriksa 25 orang saksi untuk tersangka Apri dan M.Saleh Umar.

Sejumlah saksi itu, terdiri dari mantan wakil bupati Bintan Dalmasri Syam, anggota DPRD Bintan M.Yatir, Kasi Pengendalian Barang Pokok dan Barang Penting, Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bintan Setia Kurniawan.

Dari pihak swasta/pengusaha Budianto, Direktur PT.Berlian Inti Sukses Aman, Direktur PT.Batam Shellindo Pratama dan PT.Karya Putra Makmur. Selanjutnya Direktur CV.Three Star Bintan Cabang Tanjungpinang Bobby Susanto dan Direktur CV.Three Star Bintan tahun 2009. serta mantan narapidana Mikol Ilegal, Mulyadi Tan alias Ahi sebagai Komisaris PT Nano Logistik.

Selain itu ada juga saksi Yulia Helen Romaidauli staf Sekretariat Bidang Perindag dan Penanaman Modal Badan Pengusahaan Bintan, Ganda Tua Sihombing manajemen PT.Tirta Anugrah Sukses serta A Lam swasta, Hartono Direktur PT.Bintan Super Perkasa, Sentot Puja Harseno Direktur Utama PT.Batam Prima Perkasa.

Kemudian Yani Eka Putra sebagai Komisaris PT.Batam Prima Perkasa, PT. Sukses Perkasa Mandiri dan PT. Lautan Emas Khatulistiwa dan terakhir Joni Sli dari swasta.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...