Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Hari Kedua Pencarian, Pria Asal Natuna Tenggelam di Trikora Belum Ditemukan

Tim SAR Gabungan dari Basarnas, TNI dan Polri serta Masyarakat kembali melakukan pencarian korban Arfa Sona yang tenggelam dan hilang di Pantai Trikora Bintan (Foto:Hasuura/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Hingga hari kedua pencariaan, Pria asal Natuna Arfa Sona (21) yang tenggelam di Pantai Trikora belum ditemukan. Tim SAR gabungan, juga masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang dinyatakan hilang dan tenggelam pada Jumat (10/9/2021) itu.

Kepala Basarnas Tanjungpinang Miswadi, mengatakan pada hari kedua pencarian, tim SAR memperluas wilayah penyisiran dari koordinat 1° 8’8.65″U 104°37’3.26″T lokasi korban hilang, hingga mencapai 3 NM.

“Agar pencarian lebih maksimal, kami juga membagi 2 regu SRU I dan SRU II karena wilayah penelusurannya semakin luas. SRU I dan SRU II,” ujar Miswadi Sabtu (11/9/2021).

Pria yang juga menjabat sebagai Kasi Ops dan Siaga Basarnas Tanjungpinang ini, juga menjelaskan, SRU I terdiri dari Basarnas Tanjungpinang bersama Polair Polres Bintan dan TNI yang melaksanakan pencarian dan penyisir di sekitar lokasi kejadian selanjutnya ke Arah Utara, dengan menggunakan armada yang dimiliki.

Kemudian SRU II terdiri dari semua unsur seperti Tagana, BPBD Bintan, Nelayan dan masyarakat, akan melakukan pencarian dengan penyisiran bibir pantai menggunakan kapal kayu atau pompong serta menjelajahi jalur tepian bibir pantai.

“Jadi semua melakukan pencarian. Mulai dari bibir pantai sampai ke laut luas,” jelasnya.

Saat ini lanjutnya, dengan kondisi cuaca di lokasi berawan dan kecepatan Angin Tenggara 0,5-25 Km/jam serta gelombang laut Barat-Utara 0,5-2 meter dan arus laut Barat-Utara 0,5-45 Cm/detik, pencariaan sudah dimulai sejak pagi.

Diketahui sebelumnya, korban Arfan Sona bersama temannya seorang nelayan yaitu Dicky Rahmawan (24) pergi melaut ke kelong untuk melaksanakan aktivitas mencari ikan, Kamis (9/9/2021) sekitar pukul 19.00 WIB.

Namun ketika korban sedang melemparkan jangkar kelong ke laut korban tertarik dan terseret tali jangkar hingga terjatuh dan tenggelam akibat kuatnya arus laut.

Kabar itu diterima Basarnas Tanjungpinang sekitar pukul 20.30 WIB. Kemudian ditindaklanjuti dengan menugaskan 7 personil dalam melakukan pencarian terhadap korban. Kemudian juga mengerahkan beberapa alat. Dimulai dari truk personil, rubber boat, alat selam, palkom, paramedis evakuasi, dan pakaian covid-19.

Dalam operasi SAR itu, Basarnas juga melibatkan tim gabungan. Terdiri dari Polres Bintan, TNI, BPBD Bintan, Tagana Bintan, dan masyarakat setempat,” katanya.

Penulis: Hasura
Editor : Redaksi

Comments
Loading...