Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Terima Kunjungan Dewan Energi, Wagub Marlin Sampaikan Khazanah Potensi Energi di Kepri

Wakil Gubernur Kepri Hj Marlin Agustina. (Foto: Dokumentasi/Presmedia.id).

PRESMEDIA.ID, Batam – Wakil Gubernur Kepri Hj Marlin Agustina menyampaikan, khazanah potensi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang dimiliki Kepri luar biasa.

Untuk itu, Wagub mendorong agar potensi energi tersebut segera digali dan dimanfaatkan bagi sebesar-besar kesejahteraan masyarakat di daerah ini.

Hal tersebut diungkapkan Wagub Marlin saat menerima kunjungan sekaligus melakukan pertemuan dengan Dewan Energi Nasional berlangsung di Kelong Baba, Sekupang, Batam, Sabtu (10/9/2021).

”Segala potensi di daerah harus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Termasuk energi. Terlebih ada banyak potensi Energi Baru Terbarukan di Kepri antara lain berasal dari biomass, biogas, energi laut, potensi bayu dan potensi surya,” kata Wagub Marlin.

Marlin menjelaskan, bahwa Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Kepri adalah tersedianya pasokan energi yang cukup. Untuk memenuhi kecukupan itu adalah dengan cara mengembangkan potensi energi setempat secara optimal, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wagub juga sangat mengapresiasi kedatangan Dewan Energi Nasional ke Kepri. Terlebih kehadiran ini untuk memantau proses penetapan Peraturan Daerah tentang Rencana Umum Energi Daerah Sesuai Amanat Pasal 18 Undang-Undang nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi.

Saat ini, Ranperda Rencana Umum Energi Daerah sudah masuk dalam Program Legislasi Daerah atau Prolegda DPRD Provinsi Kepri tahun 2021 dan dalam tahap pembahasan.

”Provinsi Kepri akan memprioritaskan percepatan penyelesaian ranperda ini pada tahun 2021 dan paling lambat pada tahun 2022,” ujarnya.

Ketergantungan Kepri terhadap Energi BBM Tinggi

Pada kesempatan itu Wagub Marlin juga menyampaikan, bahwa di Kepri ketergantungan pada bahan bakar fosil sejenis Bahan Bakar Minyak (BBM) masih sangat tinggi.

Sedangkan, konsumsi energi final per sektor industri, transportasi, rumah tangga, komersial dan lainnya terus meningkat.

”Untuk Energi Baru Terbarukan (EBT) baru mencapai 10 persen. Tapi potensinya sangat besar terutama berasal dari biomass, biogas, energi laut, potensi bayu dan potensi surya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wagub Marlin juga menyampaikan sejumlah permasalahan terkait dengan RUED Kepri. Di antaranya pengembangan EBT belum optimal, pengelolaan pembangkit EBT belum optimal dan teknologi EBT yang masih mahal.

”Selain itu pertumbuhan daya energi listrik pembangkit lebih rendah dibanding dengan pertumbuhan pemakaian listrik. Termasuk masih belum maksimalnya pembangunan infrastruktur kelistrikan di pulau-pulau. Juga infrastruktur energi minyak dan gas masih belum optimal,” ujarnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Daerah wajib menyusun Peraturan Daerah tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Provinsi yang harus ditetapkan minimal satu tahun setelah Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan Perpres 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional ditetapkan.

Adapun rombongan Ketua Dewan Energi Nasional Musri dan Wakil Ketua, Satya Widya Yudha serta Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Djoko Siswanto. Dari Kepri hadir Wakil Ketua III DPRD dr Afrizal Dahlan dan Karo Ortal Setda Kepri Any Lindawati.

Penulis: Redaksi/Rilis
Editor: Ogawa

Comments
Loading...