Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Polisi Tetapkan Tekong Kapal Kadispar Bintan Tersangka

*Kasus Dua Fotografer Tewas Tenggelam di Wisata Mangrove

Kapolres Bintan AKBP.Tidar Wulung Dahono.(Foto: Hasura/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Polres Bintan menetapkan tekong/pembawa kapal sebagai tersangka kasus tenggelam dan meninggalnya 2 orang fotografer di Wisata Ekang Mangrove beberapa waktu lalu.

Kapolres Bintan, AKBP Tidar Wulung Dahono, mengatakan dalam penyelidikan yang dilakukan, pihaknya telah memeriksa 9 orang saksi dimulai dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bintan Wan Rudi Iskandar, Anggota Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Bintan serta pengelola tempat Wisata Ekang Mangrove termasuk tekong kapal.

“Dari 9 orang yang kita mintai keterangan, Satu orang kita tetapkan tersangka dalam kasus ini,” ujar Tidar, Jumat (10/9/2021).

Dari hasil pemeriksaan lanjutnya, kedua korban yaitu Wahyu dan Benny awalnya menumpangi perahu Kano bermesin tempel yang dikemudikan Rio. Awalnya, saat menaiki Kano, korban Wahyu dan Benny, saat itu menggunakan alat keselamatan seperti life jacket.

Tetapi usai syuting promo wisata itu, Mereka melepaskan life jacket dan berswafoto. Nah ketika mereka berswafoto itu Kano yang dibawa Rio terbalik, Wahyu dan Benny terjatuh dan tenggelam.

“Dalam kasus ini terungkap, ternyata bukan dari unsur korban yang melepaskan life jacket. Tapi yang menyebabkan mereka terjatuh hingga tenggelam adalah karena kano yang ditumpangi mereka terbalik,” jelasnya.

Dari tiga korban yang tenggelam hanya Rio yang membawa Kano yang selamat dari insiden ini, sementara Wahyu dan Benny meninggal dunia.

Selanjutnya Lanjut Tidar, dari pendalaman perkara juga ditemukan bukti bahwa, Kano itu terbalik bukan dikarenakan ulah tekongnya yang membawa kedua korban. Tetapi disebabkan oleh kapal yang membawa Kadisparbud Bintan dan Genpi Bintan.

“Sebelum kejadian, Tekong kapal yang membawa rombongan Disparbud dan Genpi Bintan saat itu melaju dengan cepat menyalip perahu kano yang ditumpangi korban. Akibatnya timbul arus dan gelombang yang kuat sehingga kano yang ditumpangi korban terbalik,” ujarnya.

Atas kejadian ini, Polisi menetapkan tekong yang membawa Kadisparbud Bintan tersebut sebagai tersangka, Atas kelalaiannya yang menyebabkan dan menghilangkan nyawa seseorang.

“Tekong berinisial W (40) dijerat dengan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Dalam hal ini 2 korban meninggal dunia akibat tenggelam. Tersangka W diancam dengan hukuman 5 tahun kurungan penjara,” ucapnya.

Untuk proses hukum lebih lanjut, saat ini Tersangka W telah dilakukan penahanan di sel tahanan Polres Bintan.

Penulis: Hasura
Editor : Redaksi

Comments
Loading...