Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Kepala PT.Pos Cabang Tanjungpinang Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Surat Palsu

Kepala PT.Pos Cabang Tanjungpinang Donny bersama satu rekanya memenuhi panggilan Penyidik Polisi atas laporan dugaan Surat Pernyataan Palsu yang dilaporkan Pegawainya (Foto:Roland/Presmedia.id) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Kepala PT.Pos Cabang Tanjungpinang Donny dipanggil dan diperiksa Polisi atas Laporan dugaan surat pernyataan palsu membocorkan rahasia perusahaan ke Media.

Dugaan pemalsuan surat pernyataan pengakuan pembocoran rahasia Perusahaan ini, sebelumnya dilaporkan Supriyanto ke Polres Tanjungpinang karena merasa difitnah dan hingga di PHK PT.Pos.
Donny sendiri datang memenuhi panggilan Polisi untuk diperiksa di Ruang Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Tanjungpinang Sabtu(11/9/2021), dan menjelang siang Donny terlihat keluar untuk melaksanakan Ishoma.

Ketika dikonfirmasi wartawan, Donny membenarkan dipanggil dan sedang diperiksa Polisi atas adanya laporan surat pernyataan palsu tersebut dan menolak memberi keterangan. “Saya sholat dulu ya,” kata Donny singkat sambil berjalan menuju Mushola Mapolres Tanjungpinang.

Usai Sholat, Donny juga enggan memberi tanggapan, mengenai materi dan pertanyaan pemeriksaanya. Sambil berlalu meninggalkan Polres. Donny meminta wartawan agar menanyakan langsung ke Penyidik saja.

saat diwawancara oleh awak media yang melakukan peliputan Donny irit bicara dan langsung pergi meninggalkan Mapolres Tanjungpinang. “Tanya ke penyidik saja ya,” singkat Donny.

Ditempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Rio Reza Parindra membenarkan dilakukanya pemanggilan dan pemeriksaan Kepala PT.Pos cabang Tanjungpinang.

Pemeriksaan kata Rio, dilakukan untuk mengklasifikasi, terkait dugaan surat Palsu yang dilaporkan salah seorang pegawai Pos.

“Iya hari ini penyidik melakukan pemeriksaan untuk mengklarifikasi laporan salah seorang pegawai Pos terkait dugaan surat palsu,” kata Rio.

Selain Kepala PT.POs Cabang Tanjungpinang lanjutnya Rio, Pihaknya juga akan memanggil dan memeriksa sejumlah pihak lainya, untuk mengetahui kebenaran pemuat surat pernyataan yang diduga palsu tersebut.

“Untuk pihak lain nanti, juga akan kita panggil termasuk beberapa pegawai Kantor Pos dan pihak lain diluar Kantor Pos,” pungkasnya.

Sebelumnya, karena dituduh membocorkan rahasia perusahaan ke Media, Pegawai pos Supriyanto terancam dipecat dan di PHK. Pemecatan atau ancaman PHK dilakukan PT.Pos atas sebuah pemberitaan di salah satu media online di Tanjungpinang yang menyoroti dugaan pengiriman barang ilegal melalui PT.Pos.

Berita yang berjudul ”PT Pos Cabang Tanjungpinang: Dugaan Barang Ilegal Pengiriman Lewat Kantor Pos Tanjungpinang dirilis tanggal 13 Maret 2021 silam.

Setelah berita itu terbit manajemen dan internal PT Pos Tanjungpinang melakukan penyelidikan internal untuk mencari tahu siapa yang membocorkan informasi itu ke Media. Seluruh pegawai PT.Pos di Tanjungpinang pun dikumpulkan untuk mencari tahu dalang penyebar informasi.

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan, tuduhan pelaku yang membocorkan rahasia perusahaan itu mengarah kepada Supriyanto yang dibarengi dengan barang bukti pernyataan yang menyebut dirinya yang membeberkan informasi tersebut ke media.

Selanjutnya pada bulan Juni 2021, Supriyanto kembali dipanggil untuk dimintai klarifikasi. Saat itu korban sempat bertanya, apa bukti kalau dia yang membocorkan rahasia perusahaan itu ke media. Saat itu hanya dijawab Pimpinan PT.Pos ada bukti dan nanti akan disampaikan.

Setelah diperiksa secara internal, Selanjutnya pada 14 Juli 2021, Supriyanto mendapatkan surat dari PT Pos Indonesia (Persero) Kantor Regional 2 Padang dengan nomor: 258/Umum/SDM/RHS/0721. Isi surat tersebut, Supriyanto akan dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dengan jenis hukuman PHK.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...