Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Covid-19 Kepri Terus Melandai, Yang Sembuh Meningkat, Kasus Positif Menurun

Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad. (Foto: Dokumentasi/Presmedia.id).

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kasus Covid-19 di Provinsi Kepulauan Riau terus menurun. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kepri, per tanggal 12 September 2021, kasus terkonfirmasi positif hanya bertambah 37 kasus.

Sementara kasus sembuh terus mengalami penambahan sebanyak 39 orang. Sehingga, kasus aktif baik yang dirawat maupun sedang menjalani karantina mandiri saat ini tinggal 578 orang.

Sedangkan jumlah angka meninggal dunia bertambah sebanyak 2 orang. Hingga secara kumulatif jumlah meninggal dunia sejak akibat Covid-19 melanda di Kepri, hingga saat ini sebanyak 1.704 jiwa.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kepri Lamidi, mengatakan meski grafik kasus terkonfirmasi positif Covid-19 Kepri melandai, Namun hingga saat ini 3 kabupaten/kota masih berstatus zona oranye atau tingkat sedang penyebaran Covid-19.

Ketiganya yakni, Kota Tanjungpinang, Natuna, dan Karimun. Sementara, Kota Batam, Bintan, Lingga, dan Anambas berstatus zona kuning atau rendah penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Ketua Satgas Kepri yang juga Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyatakan, terus melakukan koordinasi dengan bupati dan wali kota di Kepri untuk berupaya menekan penyebaran Covid-19 di daerah masing-masing.

“Kita juga menekankan agar kabupaten/kota memaksimalkan upaya tracing atau penelusuran lebih luas, supaya dapat dengan cepat mendeteksi warga yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif. Karena satu orang bisa menularkan ke banyak orang, maka tracing itu menjadi syarat penting kita untuk menurunkan angka Covid-19,” ujarnya.

Kendati demikian, dilanjutkan Ansar, penanganan Covid-19 di Kepri sudah semakin baik. Hal tersebut terbukti laporan Satgas setiap hari yang menunjukkan tingkat kesembuhan kerap surplus dibandingkan dengan kasus terkonfirmasi positif.

Namun, dirinya tetap mengimbau seluruh pihak tetap waspada jangan sampai terjadi kenaikan kasus kedepan.

“Karena, kita tidak tahu Covid ini apakah karena siklus, musim atau yang lain. Oleh karena itu kita tetap menjaga, karena kita tidak tahu apakah kedepan ada varian baru atau yang lain,” demikian Ansar.

Penulis: Ismail
Editor : Redaksi

Comments
Loading...