Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

KPK Periksa Bobby Jayanto Dan Tiga Pengusaha Rokok di Jakarta

*Ali Fikri: Bobby Jayanto Diperiksa Untuk Tersangka Apri dan Saleh Umar

Plt.Juru Bicara KPK, Ali Fikri (Foto:fajar.co.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Anggota DPRD Kepri Bobby Jayanto kembali dipanggil dan diperiksa penyidik KPK di Gedung Merah Putih Jakarta hari ini, Selasa (14/9/2021).

Plt.Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Ketua DPC Nasdem Kota Tanjungpinang ini kembali dipanggil penyidik KPK ke Gedung Merah Putih setelah sebelumnya mangkir karena beralasan panggilan baru diterima.

“Hari ini (14/9/2021) pemeriksannya (Bobby Jayanto-red) sebagai saksi Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016 s/d 2018 untuk tersangka Apri Sujadi (As),” ujar Ali Fikri menjawab konfirmasi wartawan dari Tanjungpinang.

Selain Bobby Jayanto, Ali Fikri juga menyebut, juga dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pimpinan perusahaan di Kepri.

Diantaranya adalah Denny Wibisono sebagai Direktur PT.Batu Karang yang merupakan Produsen rokok UN. kemudian Iwan Firdauz sebagai Pimpinan PT.Delta Makmur dan Wakil Pimpinan PT.Cemara Mas, serta Nur Rofiq Mansur sebagai Dirut PT.Putra Maju Jaya.

Sebelumnya, Penyidik KPK juga telah memeriksa 25 saksi untuk tersangka Apri Sujadi dan Saleh Umar dalam korupsi pengaturan Kuota Barang Kena Cukai di Bp.Kawasan Bintan.

Ke 25 saksi itu terdiri dari mantan wakil bupati Bintan Dalmasri Syam, anggota DPRD Bintan M.Yatir, Kasi Pengendalian Barang Pokok dan Barang Penting, Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bintan Setia Kurniawan.

Dari pihak swasta/pengusaha Budianto, Direktur PT.Berlian Inti Sukses Aman, Direktur PT.Batam Shellindo Pratama dan PT.Karya Putra Makmur. Selanjutnya Direktur CV.Three Star Bintan Cabang Tanjungpinang Bobby Susanto dan Direktur CV.Three Star Bintan tahun 2009. serta mantan narapidana Mikol Ilegal, Mulyadi Tan alias Ahi sebagai Komisaris PT Nano Logistik.

Selain itu ada juga saksi Yulia Helen Romaidauli staf Sekretariat Bidang Perindag dan Penanaman Modal Badan Pengusahaan Bintan, Ganda Tua Sihombing manajemen PT.Tirta Anugrah Sukses serta A Lam swasta, Hartono Direktur PT.Bintan Super Perkasa, Sentot Puja Harseno Direktur Utama PT.Batam Prima Perkasa.

Kemudian Yani Eka Putra sebagai Komisaris PT.Batam Prima Perkasa, PT. Sukses Perkasa Mandiri dan PT. Lautan Emas Khatulistiwa dan terakhir Joni Sli dari swasta.

Namun hingga saat ini, dalam kasus dugaan korupsi Pengaturan kuota Barang kena Cukai Rokok dan Mikol di Kawasan BP.Kawasan Bintan ini, belum ada tambahan Tersangkanya.

Penulis:Redaksi
Editor. : Redaksi

Comments
Loading...